Ekonom: Volatilitas Rupiah Bersifat Temporer
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Jakarta: Ekonom BCA David Sumual mengatakan volatilitas pada nilai tukar rupiah yang bergerak melemah ke level Rp14.108 per USD hanya bersifat temporer.

David mengatakan, pelemahan rupiah saat ini masih dipicu oleh naik turunnya data ekonomi Amerika Serikat, terutama kenaikan imbal hasil (yield) surat utang AS (US Treasury) yang akan memicu kenaikan suku bunga AS (Fed rate).

"Sepanjang tahun ini masih akan volatile menurut saya, jadi setiap ada data yang keluar akan direaksi oleh pasar." kata David pada Medcom.id, Jakarta, Rabu, 16 Mei 2018.

Baca: Imbal Hasil Treasury AS 10 Tahun Tembus 3,09%

Dia menjelaskan, kenaikan US Treasury sangat dipengaruhi oleh data ritel di AS yang melebihi ekspektasi kenaikan. Meski demikian bila dilihat berdasarkan pengalaman, kata David, tekanan ini tak akan berlangsung terus menerus.

"Berkali-kali kita lihat data AS belum terlampau kuat, jadi saya lihat ini temporer juga kelihatan Juni memang kelihatan mereka ingin naikkan suku bunga, tapi apakah di September dan Desember akan dinaikkan," tandas dia.

Sebagai informasi, US Treasury saat ini berada pada level 3,072 persen atau 0,077 basis poin atau 2,58 persen.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id