Pertemuan Trump-Jong Un Diharapkan Tekan Volatilitas Rupiah

Eko Nordiansyah 13 Juni 2018 19:14 WIB
kurs rupiah
Pertemuan Trump-Jong Un Diharapkan Tekan Volatilitas Rupiah
Illustrasi. MI/Atet Dwi Pramadia.
Jakarta: Pertemuan Presiden Amerika Donald Trump dan Presiden Korea Utara Kim Jong Un disambut baik oleh semua pihak tak terkecuali oleh para ekonom di Tanah Air.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan adanya nota kesepakatan antara kedua negara dalam pertemuan tersebut diharakan akan menekan berbagai risiko bagi pasar keuangan dalam negeri yang berasal dari geopolitik dunia.

"Faktor risiko makin berkurang sehingga volatilitas rupiah akan lebih rendah di semester kedua," kata Josua pada Medcom.id, Jakarta, Rabu, 13 Juni 2018.

Dirinya mengatakan dengan faktor risiko yang lebih mereda maka dampaknya ke perekonomian akan cukup lebih baik. Sebab isu perang senjata kimia atau nuklir akan sangat mengganggu dan bisa menjadi risiko atau sumber volatilitas bagi pasar keuangan.

Apalagi kata Josua pasar keuangan sedang menantikan keputusan bank sentral AS The Federal Reserve yang kemungkinan besar diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada rapat malam nanti.

Selain itu Josua meyakini dengan langkah preemtif dan ahead the curve yang dilakukan Bank Indonesia dengan menaikkan suku bunga BI seven days reverse repo dua kali bulan lalu juga akan mampu mengurangi volatilitas di pasar keuangan dan menahan capital flight atau perpindahan arus uang dalam jumlah besar ke negara lain.

"Saya pikir itu untuk mengantisipasi dampak kenaikan suku bunga Fed. Kita harap dampaknya enggak terlalu heboh seperti sebelumnya. Dengan risiko yang mereda antara Korut-AS diharapkan market enggak overreacted sehingga dampak ke rupiah bisa cenderung stabil," jelas dia.

 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id