Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Dow Jones Bikin Rupiah dan IHSG Terkoreksi

Ekonomi ihsg kurs rupiah wall street
Annisa ayu artanti • 25 Maret 2019 12:47
Jakarta: Penurunan indeks Dow Jones menjadi sentimen negatif pemicu anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar AS pagi ini. Pada pembukaan perdagangan pagi ini mata uang Garuda kembali ke level Rp14.200 per USD.
 
Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan pelemahan hari ini sudah sesuai dengan indikasi sebelumnya yang melihatkan tren penurunan. Laju IHSG pun sudah menunjukkan overbought.
 
"Hari ini sentimen dari penurunan Dow Jones dan indikator stochastic IHSG yang sudah overbought, jadi memang sejak kemarin indikasinya menurun," kata William kepada Medcom.id, Senin, 25 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


William menjelaskan pergerakan indeks hari ini akan berada di level 6.450-6.400. Sementara untuk rupiah akan berada direntang Rp14.200 sampai Rp14.250 per USD.
 
Meski demikian, pelemahan hari ini tidak akan berlangsung lama. William memprediksi paling lama pelemahan terjadi selama tiga hari ke depan.
 
"Pendek saja, perkiraan paling lama tiga hari," ujar dia.
 
Seperti diketahui, mata uang rupiah terhadap dolar AS kembali melemah. Pada pembukaan perdagangan pagi ini mata uang Garuda kembali ke level Rp14.200 per USD. Senada, IHSG juga terpantau jeblok.
 
Mengutip Bloomberg, Senin, 25 Maret 2019, rupiah melemah hingga mencapai 62,5 poin atau setara 0,44 persen ke posisi Rp14.225 per USD. Pada saat pembukaan perdagangan, rupiah berada di Rp14.205 per USD.
 
Sementara mencatat data Yahoo Finance, rupiah sempat berada di level Rp14.153 per USD. Namun demikian terus melemah hingga 50 poin atau setara 0,35 persen.
 
Gerak IHSG juga jeblok 73,23 poin atau setara 1,1 persen ke posisi 6.452 dari pembukaan yang sempat berada di level 6.525. Volume perdagangan tercatat sebanyak 12,9 juta lembar saham senilai Rp41 miliar. Sebanyak nol saham menguat, 44 saham melemah, dan nol saham stagnan.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif