Ilustrasi (MI/Himanda Amrullah)
Ilustrasi (MI/Himanda Amrullah)

Usai Pilpres, Rupiah Pagi Redam Keperkasaan Dolar AS

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 18 April 2019 09:01
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis pagi terpantau menguat dibandingkan dengan perdagangan Selasa sore di posisi Rp14.085 per USD. Usai Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 berjalan aman dan damai, rupiah terlihat mampu meredam keperkasaan mata uang Paman Sam.
 
Mengutip Bloomberg, Kamis, 18 April 2019, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi tercatat melonjak ke Rp14.002 per USD. Nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi ini berada di kisaran Rp14.000 hingga Rp14.005 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.811 per USD.
 
Sementara itu, kurs USD melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Pelemahan karena data pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang lebih baik dari perkiraan mendukung selera risiko dan sehari menjelang rilis data ekonomi yang diawasi ketat untuk zona euro.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ekonomi Tiongkok tumbuh pada kecepatan stabil 6,4 persen di kuartal pertama, bertentangan dengan ekspektasi untuk pelambatan lebih lanjut, karena produksi industri melonjak dan permintaan konsumen menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Investor mengamati dengan cermat data ekonomi Tiongkok dan Eropa untuk sinyal bahwa pertumbuhan global mulai pulih.
 
"Sentimen risiko tampak telah membaik semalam didukung data Tiongkok yang kuat," kata Kepala Strategi FX Scotiabank Shaun Osborne, di Toronto.
 
Rilis Indeks Pembelian Manager (PMI) untuk sektor manufaktur dan jasa di Eropa pada Kamis waktu setempat, akan memberikan indikasi kekuatan ekonomi Eropa selanjutnya. Aliran masuk investasi ke Eropa telah membaik, yang dapat memberikan dorongan bagi euro terhadap greenback.
 
"Kami berada di ujung atas kisaran untuk dolar dan kami pikir tekanan musiman akan mulai sedikit lebih menekan dolar ke depan. Secara umum ini adalah tentang sepanjang tahun ini ketika dolar mulai melemah dari sudut pandang musiman," kata Osborne.
 
Dolar Australia melonjak karena data Tiongkok sebelumnya mengembalikan keuntungan. Mata uang ini peka terhadap kekayaan ekonomi Tiongkok, mitra dagang terbesar Australia. Aussie melemah pada Selasa 16 April setelah bank sentral Australia mengatakan bahwa pemotongan suku bunga akan "sesuai" jika inflasi tetap rendah dan tren pengangguran lebih tinggi.
 
Dolar Selandia Baru jatuh setelah data menunjukkan bahwa inflasi tahunan melambat pada kuartal pertama, yang meningkatkan kemungkinan penurunan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
 
Data lain pada Rabu 17 April menunjukkan bahwa defisit perdagangan AS turun ke level terendah delapan bulan pada Februari karena impor dari Tiongkok anjlok, untuk sementara memberikan dorongan bagi agenda America First Presiden Donald Trump dan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif