Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)
Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)

Rupiah Berpeluang Unjuk Gigi

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 09 Januari 2019 09:17
Jakarta: Indeks dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan melemah terhadap beberapa mata uang utama lainya seperti yen dan dolar Kanada ke level 95,5-95,60. Pelemahan USD tersebut didorong oleh ekspektasi investor akan tercapainya kesepakatan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) setelah perundingan berlanjut selama tiga hari.
 
Selain itu, Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail mengatakan, investor semakin yakin bahwa the Fed tidak akan menaikkan tingkat suku bunga acuan di tahun ini. Rupiah kemungkinan menguat hari ini didorong kemungkinan naiknya arus modal masuk ke pasar obligasi Indonesia dan juga pasar saham.
 
"Naiknya S&P 500 kemarin malam sebesar 0,97 persen kemungkinan akan berdampak positif bagi pasar saham Asia hari ini. Rupiah kemungkinan menguat ke level Rp14.100 sampai dengan Rp14.150 per USD," sebut Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1,09 persen menjadi berakhir pada 23.787,45 poin, sedangkan S&P 500 naik 0,97 persen menjadi 2.574,41 poin, dan Komposit Nasdaq menambahkan 1,08 persen menjadi 6.897,00 poin. Sektor keuangan adalah satu-satunya komponen indeks S&P yang tidak naik.
 
Reli tiga hari dimulai pada Jumat, 4 Januari setelah data pekerjaan AS yang kuat dan komentar dovish tentang suku bunga oleh Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell telah mengangkat S&P 500 lebih dari sembilan persen dari posisi terendah 20 bulan yang tersentuh sekitar Natal. Indeks S&P 500 telah menguat dalam tujuh sesi dari sembilan sesi terakhir.
 
Amerika Serikat dan Tiongkok akan memperpanjang perundingan perdagangan di Beijing untuk hari ketiga yang tidak dijadwalkan, kata seorang anggota delegasi AS, ketika dua negara ekonomi terbesar di dunia itu berusaha menyelesaikan sengketa perdagangan yang getir. Sejauh ini, para pejabat dari kedua belah pihak terdengar optimistis.
 
"Anda sedang melihat beberapa negosiasi terjadi dan pasar mulai berpikir bahwa mungkin kita akan mulai melihat penyusunan kerangka kerja," kata Kepala Ekuitas Global PineBridge Investments Anik Sen. Sektor industri S&P yang sensitif terhadap perdagangan naik 1,41 persen.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif