Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)

Indeks Acuan Saham Indonesia Diyakini Lanjutkan Penguatan

Ekonomi ihsg
Angga Bratadharma • 31 Mei 2019 09:17
Jakarta: Kekhawatiran utama yang sekarang membayangi pasar global adalah data ekonomi yang diperkirakan mulai menunjukkan pelemahan. Sementara itu, Tiongkok melanjutkan langkah balasan dengan tidak melanjutkan pembelian kedelai dari AS di mana kedelai merupakan salah satu komoditas pertanian ekspor terbesar dari AS.
 
Ekspor kedelai AS ke Tiongkok telah turun 74 persen secara yoy menjadi USD3,1 miliar sebagai efek dari perang dagang AS-Tiongkok. Nasdaq ditutup naik 0,27 persen menjadi 7.567 diikuti penguatan S&P500 sebesar 0,21 persen ke 2.788 dan DJIA yang naik 0,17 persen menjadi 2.856. EIDO ditutup menguat 0,16 persen, demikian juga indeks EEM naik 0,55 persen.
 
"Pada bursa domestik, IHSG hari Rabu naik 1,5 persen menjadi 6.104 di tengah pelemahan bursa regional. Sektor penopang indeks terbesar adalah sektor pertambangan dan keuangan serta saham BBRI, TLKM dan HMSP. Pembelian bersih asing pada pasar regular mencapai Rp421 miliar," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, Jumat, 31 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rilis data domestik terkini adalah data NBS Manufacturing PMI di Tiongkok yang turun dari 50,1 pada April 2019 menjadi 49,4 per May 2019. Samuel Research Team memperkirakan pergerakan IHSG pada hari ini masih akan melanjutkan penguatan meskipun volume perdagangan diperkirakan tipis seiring investor yang sudah mulai libur.
 
"Penguatan akan didorong oleh investor terhadap ekspektasi penguatan pada hari pertama perdagangan setelah libur nanti yaitu 10 Juni 2019. Hari ini akan ada rilis data domestik yaitu penjualan motor Indonesia untuk April 2019 serta personal spending AS untuk April 2019," ungkap Samuel Research Team.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 43,47 poin atau 0,17 persen, menjadi 25.169,88 poin. Indeks S&P 500 bertambah 5,85 poin atau 0,21 persen, menjadi 2.788,87 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir menguat 20,41 poin atau 0,27 persen, menjadi 7.567,72 poin.
 
Adapun sengketa dagang memperkuat kekhawatiran tentang pertempuran panjang dan berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi global. Trump mengatakan pembicaraan dengan Tiongkok berjalan baik tetapi komentar itu dimentahkan oleh seorang diplomat senior Tiongkok yang mengatakan provokasi perselisihan perdagangan adalah terorisme ekonomi terbuka.
 
Kurangnya kejelasan di sekitar perang perdagangan telah mengguncang investor akhir-akhir ini, setelah S&P 500 naik lebih dari 17 persen selama empat bulan pertama tahun ini dengan optimisme kesepakatan perdagangan antara kedua negara dapat tercapai.
 
Optimisme itu telah memudar, karena pertikaian yang meningkat antara kedua negara itu telah sangat membebani Wall Street pada Mei, dengan masing-masing dari tiga indeks utama menurun sedikitnya lima persen untuk bulan ini. Keuntungan pada perdgangan Kamis waktu setempat menandai kenaikan pertama untuk indeks utama AS sepanjang minggu ini.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif