Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)

Rupiah Berpotensi Terlibas Dolar AS

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 25 Januari 2019 11:32
Jakarta: Indeks dolar Amerika Serikat (USD) diprediksi menguat ke level 96,60-97,0. USD menguat terhadap mata uang utama dunia terutama Euro usai keputusan bank sentral Uni Eropa atau European Central Bank (ECB) untuk menahan tingkat suku bunga di level 0 persen dan memprediksi ekonomi Uni Eropa akan melambat dalam waktu dekat.
 
Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail mengatakan penguatan USD terhadap euro merupakan yang tertinggi dalam lima minggu terakhir. Sementara itu, pasar tenaga kerja di AS masih cukup kuat. Tercatat data jobless claim di AS minggu kedua Januari menurun sebanyak 13 ribu orang menjadi 199 ribu orang dan merupakan yang terendah sejak 1969.
 
Sentimen positif dari data pasar tenaga kerja AS turut membantu penguatan pasar saham AS. Tercatat S&P 500 naik 0,14 persen tadi malam. Meski demikian, sejumlah risiko yang salah satunya perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok masih menjadi penghambat untuk pasar saham AS melesat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Rupiah diperkirakan ikut melemah didorong naiknya indeks USD tersebut. Rupiah kemungkinan melemah ke level Rp14.150 hingga Rp14.200 per USD," kata Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 25 Januari 2019.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 21,21 poin atau 0,09 persen menjadi 24.554,41. Sedangkan S&P 500 naik 3,66 poin atau 0,14 persen menjadi 2.642,36. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 47,69 poin atau 0,68 persen menjadi 7.073,46.
 
Amerika Serikat telah menerima musim laporan pendapatan perusahaan yang kuat pada Januari. Maskapai penerbangan terkemuka AS memperpanjang kenaikan solid dalam harga saham, setelah mereka melaporkan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan.
 
Sebanyak delapan dari 11 sektor S&P 500 utama memperpanjang kenaikan dengan sektor teknologi informasi naik hampir satu persen, memimpin para pemenang. Kegelisahan pasar atas ketegangan perdagangan global telah diperburuk, setelah Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan AS masih bermil-mil dari kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi