Ilustrasi (MI/ARYA MANGGALA)
Ilustrasi (MI/ARYA MANGGALA)

Ketidakpastian Ekonomi AS Picu USD Meredup

Ekonomi ekonomi amerika the fed dolar as
Angga Bratadharma • 27 Desember 2018 11:44
Jakarta: Dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan melemah lantaran ada beberapa ketidakpastian yang sedang menerjang Amerika Serikat (AS). Tentu kondisi itu harus bisa dimanfaatkan agar nilai tukar rupiah menguat, apalagi sejumlah perbaikan terus dilakukan oleh pemerintah yang bisa memicu masuknya arus modal.
 
"Pelemahan USD lebih disebabkan oleh beberapa ketidakpastian seperti penutupan sebagian Pemerintah AS dan adanya perselisihan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Jerome Powell (Ketua the Fed)," kata Analis Binaartha Technical Research Nafan Aji Gusta Utama, saat dihubungi Medcom.id, di Jakarta, Kamis, 27 Desember 2018.
 
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,58 persen di level 6.127,8 pada 26 Desember 2018. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki kisaran pada 6.099 hingga 6.072. Sementara itu, resisten pertama maupun kedua memiliki kisaran pada 6.150 hingga 6.172.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan indikator, MACD telah menunjukkan pola dead cross di area positif. Sedangkan stochastic dan RSI berada di area netral. Meski demikian, terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resisten.
 

 
"Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain BBTN, BSDE, DOID, JSMR, HMSP, dan UNVR," kata Nafan.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1.086,25 poin atau 4,98 persen menjadi berakhir di 22.878,45 poin. Indeks S&P 500 bertambah 116,60 poin atau 4,96 persen, menjadi ditutup di 2.467,70 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 361,44 poin atau 5,84 persen lebih tinggi, menjadi 6.554,36 poin.
 
Semua 30 komponen Dow melaporkan hasil positif pada penutupan, mengirim indeks mencatat pergerakan naik terbesar berdasarkan persentase sejak 23 Maret 2009. Semua 11 sektor S&P 500 utama ditutup lebih tinggi, dengan consumer discretionary, energi dan teknologi semuanya naik lebih dari 6,00 persen. S&P 500 juga mengalami hari terbaiknya sejak Maret 2009.
 
Nasdaq juga mencetak hari terbaik sejak 23 Maret 2009, karena saham-saham teknologi utama AS, atau yang disebut kelompok FAANG yaitu Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan induk perusahaan Google, Alphabet, naik sedikitnya 6,00 persen.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif