Illustrasi. MI/ADAM DWI.
Illustrasi. MI/ADAM DWI.

Rupiah dan IHSG Rebound

Ekonomi ihsg kurs rupiah
26 Maret 2019 17:14
Jakarta: Gerak mata uang rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan hari ini menguat. Keduanya mencatat rebound setelah pada awal pekan mengalami koreksi tajam akibat ancaman terhadap resesi ekonomi global.
 
IHSG naik 58,75 poin ke level 6.470. Volume perdagangan tercatat sebanyak 8,7 miliar lembar saham senilai Rp5,4 triliun. Sebanyak 251 saham naik, 182 saham turun, serta 150 saham stagnan. Saham manufaktur dan aneka industri mengalami kenaikan paling tajam pada hari ini.
 
Pada perdagangan awal pekan ini IHSG ditutup melemah sebesar 1,75 persen ke level 6.411,25. Sementara itu pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp81 miliar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada perdagangan awal pekan ini, bursa Wall Street sebelumnya ditutup mixed dengan kecenderungan melemah terbatas. Tercatat, indeks Dow Jones menguat 0,06 persen, S&P 500 melemah 0,08 persen, dan Nasdaq turun 0,08 persen.
 
Kekhawatiran pelaku pasar terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi global masih menjadi salah satu penahan laju pergerakan indeks.
 
"Pada perdagangan hari ini kami perkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecendrungan rebound. Masih adanya sedikit kekhawatiran pelaku pasar atas ancaman krisis global nampaknya menjadi penahan pergerakan indeks hari ini," demikian berdasarkan hasil riset OSO Sekuritas.
 
Meski demikian saham-saham bluechip sudah banyak terdiskon dan berpotensi adanya bargain hunter dari pelaku pasar. IHSG berpotensi rebound meski dengan penguatan terbatas.
 
"Kami perkirakan IHSG berpotensi menguat tipis dengan pergerakan di kisaran 6.372-6.473," kata OSO Sekuritas.
 
Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan rupiah bergerak menguat karena indeks dolar indeks diperkirakan melemah ke level 96,0-96,5 terhadap hampir semua mata uang kuat utama dunia.
 
Hal tersebut didorong oleh melemahnya data Industrial Production Index (IPI) menjadi 0,1 persen (mom) di Februari dibandingkan konsensus sebesar 0,2 persen. Rendahnya pertumbuhan IPI menunjukkan pelemahan yang semakin jelas terhadap ekonomi AS di triwulan pertama 2019.
 
"Rupiah kemungkinan menguat seiring pelemahan dolar serta surplusnya data neraca perdagangan Januari sebesar USD330 juta. Rupiah kemungkinan menguat ke level Rp14.200 per USD-Rp 14.250 per USD," kata hasil riset Samuel Sekuritas Indonesia.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif