Bima Sakti Pertiwi saat resmi melakukan IPO (Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Bima Sakti Pertiwi saat resmi melakukan IPO (Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami)

Bima Sakti Pertiwi Resmi Melantai di Bursa Saham

Ekonomi emiten ipo
Suci Sedya Utami • 05 Juli 2019 09:53
Jakarta: PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG) resmi melaksanakan pencatatan perdana saham atau listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 5 Juli 2019. PAMG merupakan perusahaan properti asal Riau, Pekanbaru. Selama penawaran umum perdana, PAMG menawarkan sebanyak 20 persen saham ke publik.
 
Harga penawaran sebesar Rp100 per lembar saham. Tujuh menit setelah dilakukan penawaran umum, saham perusahaan ini naik menjadi Rp170 per lembar saham. Adapun PT Danatama Makmur Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter).
 
"Dengan demikian pada 2019 telah terdapat 21 perusahaan yang makukan pencatatan saham perdana," kata Direktur Keuangan dan SDM Bursa Efek Indonesia (BEI) Risa Effennita Rustam, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PAMG mendapat pernyataan efektif IPO dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 25 Juni 2019. Sedangkan penawaran umum berlangsung pada 27-28 Juni 2019. Bim Sakti akan menggunakan dana hasil IPO, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, untuk belanja modal dan modal kerja operasional.
 
PAMG memiliki visi menjadi perusahaan benchmark properti berskala nasional dan berkualitas internasional. Karena itu, Bima Sakti akan membangun produk dan pelayanan yang berkualitas, serta bernilai tambah untuk kepuasan konsumen baik pembeli, penyewa dan pengunjung.
 
Selain itu, PAMG membangun dan melatih SDM yang berkualitas, membangun kerja sama yang baik dengan para pemangku kepentingan, menambah nilai perusahaan, dan berdampak positif pada pembangunan kota dan lingkungan.
 
Tahun lalu, PAMG menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Cinemaxx untuk pembukaan bioskop dengan lima layar. PAMG adalah pengelola Mal Pekanbaru. Saat ini, Bima Sakti memiliki total cadangan lahan (landbank) seluas 8.000 meter persegi.
 
Sesuai rencana, landbank tersebut akan digunakan untuk membangun apartemen pada 2023, yang bakal tersambung dengan mal. Selain mengelola mal dan gedung, Bima Sakti memiliki sebuah gedung bertingkat yang terletak di sebelah Mal Pekanbaru. Gedung tersebut terdiri dari delapan lantai dan memiliki 201 mangan.
 
"Kami akan lanjutkan pembebasan lahan kurang lebih 1.200 meter yang ada di samping Gedung Mal Pekanbaru untuk dibuat exception mall pekan baru dua," kata Direktur Utama Bima Sakti Pertiwi Christopher Sumasta Tjia.
 
Pada 2018, PAMG membukukan pendapatan sebesar Rp75,25 miliar dan laba usaha sebesar Rp341,88 miliar. Perolehan laba usaha tersebut seiring revaluasi aset senilai Rp324,5 miliar. Tahun ini Bima menargetkan laba usaha sebesar Rp23 miliar.
 
Pada 2020, laba usaha diproyeksikan naik menjadi Rp34 miliar. Adapun laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) pada 2019 dan 2020 ditargetkan masing-masing senilai Rp33 miliar dan Rp44 miliar.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif