Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Laju Rupiah Tak Semulus IHSG

Ekonomi ihsg kurs rupiah
Ade Hapsari Lestarini • 27 Juni 2019 09:25
Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta semakin melemah pada pembukaan perdagangan pagi ini. Gerak rupiah berbanding terbalik dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
 
Mengutip data Bloomberg, Kamis, 27 Juni 2019, rupiah dibuka melemah ke posisi Rp14.182 per USD dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp14.177 per USD.
 
Sementara itu rentang gerak rupiah pagi ini berada di Rp14.182-Rp14.182,5 per USD. Selain itu mengutip data Yahoo Finance, rupiah melemah ke level Rp14.175 per USD. Mata uang Garuda sempat dibuka ke posisi Rp14.231 per USD atau setara lima poin yang turun 0,035 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain pergerakan IHSG pada pembukaan perdagangan pagi masih bertahan di zona hijau. Mengutip laman RTI, gerak IHSG terpantau naik 28,495 poin atau setara 0,45 persen ke posisi 6.338.
 
IHSG sempat menyentuh level tertinggi di posisi 6.339 dan level terendah di 6.323. Sementara itu volume perdagangan saham tercatat sebanyak 2,8 miliar lembar senilai Rp434,7 miliar. Sebanyak 168 saham menguat, 55 saham melemah, 114 saham stagnan, dan terjadi 31.240 kali transaksi.
 
Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi sebelumnya mengatakan investor lebih mengimbangi prospek kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang kurang agresif karena dibayangi ancaman pertumbuhan global.
 
Lanjar memprediksi laju indeks hari ini akan diperdagangkan di level 6.230-6.340 dengan pergerakan cenderung melemah.
 
"Kami perkirakan IHSG masih akan bergerak tertahan dengan kecenderungan melemah," kata Lanjar dalam riset hariannya, Kamis, 27 Juni 2019.
 
Selain mengimbangi prospek kebijakan The Fed, Lanjar juga menjelaskan investor tengah menunggu pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang membahas mengenai perang dagang.
 
Sementara dari dalam negeri, menurut Lanjar, belum ada sentimen yang bisa mendongkrak pergerakan IHSG.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif