NEWSTICKER
lustrasi. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari.
lustrasi. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari.

Empat Hal Penting sebelum Membeli Saham

Ekonomi saham
24 Oktober 2016 14:21
medcom.id, Padang: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan empat hal ketika membeli saham di pasar modal sehingga keuntungan investasi diperoleh lebih maksimal.
 
"Pertama jangan membeli saham menggunakan uang pinjaman, pakai lah kelebihan uang yang dimiliki karena jika hasil utang akan memberatkan," kata Kepala Sub Administrasi Kantor OJK, Sumbar, Taufik di Padang dikutip dari Antara, Senin (24/10/2016).
 
baca : Dua Jurus Jitu Bermain Saham di Pasar Modal
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, ketika seseorang menggunakan uang pinjaman untuk membeli saham, dia harus mengeluarkan bunga dan jika saham yang dibeli harganya turun tentu akan semakin memberatkan.
 
"Kemudian sebelum membeli saham pelajari analisis fundamental perusahaan yang akan dibeli sehingga bisa diketahui prospeknya ke depan," lanjut dia.
 
Ia mengingatkan calon investor harus mengetahui kondisi dan kinerja perusahaan tersebut sebagai bahan pertimbangan. Jika penilaiannya baik maka harga saham juga akan terus mengalami kenaikan.
 
Kemudian ia menyampaikan calon investor harus memakai prinsip jangan meletakkan uang dalam satu keranjang yang sama atau jangan menanamkan uang dengan hanya membeli satu saham perusahaan saja.
 
"Belilah saham beberapa perusahaan, ini bertujuan sebagai antisipasi jika ada harga saham yang turun maka masih ada saham lain yang bisa memberikan keuntungan," jelas dia.
 
Selanjutnya ia mengajak calon investor untuk aktif mencari informasi tentang perkembangan perusahaan yang sahamnya telah terdaftar di bursa serta memantau aksi korporasi yang dilakukan.
 
"Ini menjadi salah satu pertimbangan untuk memutuskan apakah hendak membeli atau menjual saham dengan menganalisis mana yang lebih menguntungkan," ujarnya.
 
Sementara, Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumbar mencatat jumlah investor di provinsi itu hingga September 2016 mencapai 6.137 orang.
 
Kepala BEI perwakilan Padang Reza Sadat Syahmeini mengatakan nilai transaksi saham warga Padang melalui perusahaan sekuritas hingga dari Januari hingga September 2016 telah mencapai Rp1,5 trilun.
 
Ia mengatakan nilai transaksi tersebut jauh meningkat pesat karena pada 2015 hanya mencapai Rp1,06 triliun, sementara pada September 2016 sudah mencapai Rp1,5 triliun.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif