Kementerian BUMN Tegaskan tak Jual Aset Pertamina

Suci Sedya Utami 18 Juli 2018 20:59 WIB
pertamina
Kementerian BUMN Tegaskan tak Jual Aset Pertamina
Pertamina. MI/SAFIR MAKKI.
jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan tidak mengizinkan PT Pertamina (Persero) menjual aset perusahaan karena alasan penyelamatan keuangan.

"Tidak menjual aset Pertamina," kata Deputi Bidang Usaha Industri Strategis Pertambangan dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno melalui pesan singkat pada media, Jakarta, Rabu, 18 Juli 2018.

Fajar mengatakan pihaknya meminta Pertamina untuk melakukan pengkajian bersama dengan dewan komisaris untuk mengusulkan opsi-opsi terbaik yang nantinya akan diajukan melalui mekanisme rapat umum pemegang saham (RUPS) sesuai ketentuan yang berlaku.

Pertamina, bila diperlukan, harus melakukan pengkajian bersama dengan Dewan Komisaris untuk mengusulkan opsi-opsi terbaik yang nantinya akan diajukan melalui mekanisme RUPS sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya Menteri BUMN Rini Soemarno mengeluarkan surat yang ditujukan pada Direksi Pertamina terkait persetujuan prinsip aksi koorporasi untuk mempertahankan kondisi kesehatan keuangan Pertamina.

Berikut petikan isi surat yang keluarkan pada 29 Juni 2018:

Menunjuk surat saudara nomor 253/C00000/2018-S4 tanggal 6 Juni 2018 perihal permohonan izin prinsip aksi korporasi untuk mempertahankan kondisi kesehatan keuangan PT Peramina (Persero) dan surat Direksi PT Pertamina (Persero) nomor 239/C00000/2018-S4 tanggal 28 Mei 2018  perihal kondisi keuangan Pertamina YTD April 2018, dengan ini kami sampaikan sebagai berikut :

1. Menyetujui secara prinsip rencana direksi untuk melakukan tindakan-tindakan dalam rangka mempertahankan dan menyelamatkan keuangan perseroan sebagai berikut :
a. share down aset-aset hulu selektif (termasuk namun tidak terbatas pada participating interest, saham kepemilikan, dan bentuk lain) dengan tetap menjaga pengendalian Pertamina untuk aset-aset strategis dan mencari mitra kredibel dan diupayakan  memperoleh nilai strategis lain, seperti akses ke aset hulu di negara lain.
b. Spin off unit bisnis RU IV Cilacap dan unit bisnis RU V Balikpapan ke anak perusahaan dan potensi farm-in mitra di anak perusahaan tersebut yang sejalan  dengan neraca refinary development master plan (RDMP)
c. Investasi tambahan dalam rangka memperluas jaringan untuk menjual BBM umum dengan harga keekonomian seperti Pertashop
d. Peninjauan ulang kebijakan perusahaan yang dapat berdampak keuangan secara signifikan  dengan tidak mengurangi esendi dari tujuan awal

2. Direksi agar secara stimulan menyiapkan kajian komperhensif atas tindakan-tindakan korporasi dimaksud.

3. Dalam pelaksanaan tindakan-tindakan tersebut Direksi dan Dewan Komisaris agar meminta  persetujuan RUPS terlebih dahulu  sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id