Penguatan Rupiah Diprediksi Tekan Imbal Hasil Obligasi
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)
Jakarta: Imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan bergerak turun didorong oleh penguatan nilai tukar rupiah serta stabilnya imbal hasil treasury AS. Imbal hasil SUN 10 tahun kemungkinan bergerak di rentang 8,40 hingga 8,60 persen. Sedangkan UDS diproyeksikan melemah di sekitar level 94,0- 94,5 terhadap mata uang kuat lainya.

"Rekomendasi seri obligasi negara yakni FR0064; FR0070; FR0071; dan FR0072," sebut Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 14 September 2018.

Sementara itu, imbal hasil treasury AS jangka menengah (10 tahun) dan panjang di AS (30 tahun) pada Kamis malam masing-masing stabil level 2,96 persen dan 3,10 persen. Stabilnya imbal hasil treasury AS tersebut didorong oleh melemahnya data inflasi di AS. Data CPI di Agustus sebesar 0,2 persen atau lebih rendah dari ekspektasi sebesar 0,3 persen.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 147,07 poin atau 0,57 persen menjadi berakhir di 26.145,99 poin. Indeks S&P 500 naik 15,26 poin atau 0,53 persen menjadi ditutup di 2.904,18 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 59,48 poin atau 0,75 persen menjadi berakhir di 8.013,71 poin.

Kenaikan indeks Dow dipimpin oleh reli saham Apple. Saham pembuat iPhone ini naik lebih dari 2,4 persen pada penutupan. IBM juga termasuk pencetak keuntungan dalam indeks. Saham raksasa teknologi tersebut diperdagangkan 1,62 persen lebih tinggi. Sebaliknya, McDonald`s dan Home Depot termasuk di antara saham-saham yang melemah.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan saham-saham sektor teknologi dan kesehatan memimpin kenaikan. Produsen-produsen cip terkemuka AS adalah salah satu yang berkinerja terbaik di sektor teknologi, yang mendukung teknologi Nasdaq lebih tinggi.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id