Analis Sebut Rupiah Manfaatkan Pelemahan USD

Angga Bratadharma 13 September 2018 09:20 WIB
kurs rupiah
Analis Sebut Rupiah Manfaatkan Pelemahan USD
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)
Jakarta: Dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan melemah di sekitar level 94,8- 95,0 terhadap euro, yang tentunya bisa memberikan efek terhadap pergerakan nilai tukar rupiah. Pelemahan tersebut didorong oleh ekspektasi pasar yang positif terhadap euro jelang rapat bulanan bank sentral Eropa atau European Central Bank (ECB).

Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan tingkat suku bunga di Eropa diperkirakan tetap namun Presiden ECB Mario Draghi diperkirakan memberikan arahan terkait kapan penghentian stimulus moneter di Eropa akan dihentikan. Sedangkan nilai tukar rupiah diproyeksikan menguat didorong oleh pelemahan USD.

"Gerak nilai tukar rupiah kemungkinan menguat ke level Rp14.800 hingga Rp14.850 per USD," ungkap Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 13 September 2018.

Sementara itu, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan bergerak turun didorong oleh penguatan nilai tukar rupiah serta penurunan imbal hasil treasury AS. Imbal hasil SUN 10 tahun kemungkinan bergerak di rentang 8,3-8,9 persen. Rekomendasi seri obligasi negara: FR0064; FR0070; FR0071; dan FR0072.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 27,86 poin atau 0,11 persen menjadi 25.998,92. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 1,03 poin atau 0,04 persen menjadi 2.888,92. Indeks Nasdaq Composite turun 18,24 poin atau 0,23 persen menjadi 7.954,23.

Saham Boeing dan Caterpillar, perusahaan dengan eksposur pendapatan luar negeri yang tinggi, masing-masing naik 2,36 persen dan 1,58 persen pada penutupan. Saham Apple berakhir 1,24 persen lebih rendah. Raksasa teknologi AS meluncurkan iPhone terbaru dan jam tangan baru bernama Apple Watch Series 4 pada Rabu.

Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi, dengan saham telekomunikasi dan konsumen memimpin kenaikan. Sektor teknologi turun 0,5 persen. Saham beberapa produsen cip AS ditarik kembali. Saham Micron Technology dan Lam Research turun masing-masing 4,27 persen dan 3,24 persen pada penutupan pasar.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id