Illustrasi. MI/RAMDANI.
Illustrasi. MI/RAMDANI.

Semester II Pergerakan Pasar Saham Indonesia tak Mulus

Ekonomi ihsg
Annisa ayu artanti • 15 Agustus 2019 15:04
Jakarta: Pergerakan pasar saham Indonesia pada semester II ini tidak akan mulus. Banyak sentimen global yang membuat potensi koreksi di pasar modal semakin besar.
 
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan dorongan utama adanya koreksi pasar saham Tanah Air adalah gejala perang dagang yang memicu resesi Amerika Serikat.
 
"Kalau kita melihat itu satu ada gejala perang dagang yang terus berlanjut bisa memicu resesi di Amerika serikat," kata Bhima kepada Medcom.id, Kamis, 15 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bhima menjelaskan negara terdekat dengan Indonesia yang sudah terdampak dari buruknya situasi global adalah Singapura. Singapura kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahunan karena kondisi ekonomi di negara Singa tersebut hampir terhenti pada kuartal kedua, sementara kinerja ekspor terus meningkat.
 
Menurutnya, kondisi itu perlu diawasi oleh Indonesia. Jika tidak ada pengawasan dan tindakan khusus dari pemerintah maka bisa terjadi transisi di bidang keuangan yang bisa membuat jeblok pasar saham Tanah Air.
 
"Transisinya itu jalur keuangan, karena memicu kepanikan. Akan memicu orang misalnya memindahkan sahamnya ke aset yang lebih aman atau membeli dolar atau yen," ucap dia.
 
Jadi dengan melihat kondisi global yang tidak kunjung stabil ini, Bhima menyimpulkan, besar kemungkinan koreksi pada pasar saham di semester II lebih besar dibandingkan semester I.
 
"Saham, kita harus siap untuk menghadapi koreksi yang besar pada semester II. karena tadi investor menghindari aset-aset yang berisiko," tukas dia.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif