Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)

Rupiah Kembali Unjuk Gigi di Hadapan Dolar AS

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 19 Juli 2019 09:03
Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat pagi terlihat menguat tipis dibandingkan perdagangan sore hari sebelumnya di posisi Rp13.960 per USD. Meski menguat, mata uang Garuda terpantau secara perlahan mendekati level Rp14 ribu per USD.
 
Mengutip Bloomberg, Jumat, 19 Juli 2019, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat ke Rp13.939 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.937 hingga Rp13.942 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.734 per USD.
 
Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lain pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Pelemahan terjadi lantaran para pelaku pasar mencerna sejumlah data ekonomi yang suram.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,44 persen menjadi 96,8041 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1266 dari USD1,1222 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris menguat menjadi USD1,2538 dari USD1,2436 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia naik menjadi USD0,7066 dibandingkan dengan USD0,7015. Dolar AS dibeli 107,51 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 108,09 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9832 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9870 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3045 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3041 dolar Kanada.
 
Klaim pengangguran awal AS, Departemen Tenaga Kerja mengatakan, cara kasar untuk mengukur Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), tercatat 216 ribu pada pekan yang berakhir 13 Juli, meningkat 8.000 dari tingkat direvisi pekan sebelumnya.
 
Sementara itu, indeks ekonomi utama AS (LEI) turun 0,3 persen pada Juni menjadi 111,5, menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang melambat, menurut laporan terbaru yang dirilis oleh lembaga riset swsata The Conference Board. LEI adalah pengukur tertimbang dari 10 indikator ekonomi yang dirancang untuk memberi sinyal puncak dan palung dalam siklus bisnis.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 3,12 poin atau 0,01 persen menjadi 27.222,97 poin. Indeks S&P 500 bertambah 10,69 poin atau 0,36 persen menjadi 2.995,11 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 22,04 poin atau 0,27 persen lebih tinggi menjadi 8.207,24 poin.
 
Indeks-indeks utama berubah menjadi berada di wilayah hijau pada sore hari setelah Presiden Federal Reserve New York John Williams mengungkapkan, pihaknya siap bertindak cepat menurunkan suku bunga acuan pada tanda pertama munculnya kesulitan di ekonomi.
 
Ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga pada akhir Juli berada pada 100 persen, dengan 66,9 persen memperkirakan potongan 50 basis poin, menurut alat FedWatch CME Group. Namun kenaikan lebih lanjut tertahan karena investor mencerna laporan laba perusahaan yang beragam.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif