Analis Prediksi Rupiah Menguat Sesaat
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diprediksi kembali menguat meski sifatnya hanya sesaat. Hal itu dikarenakan adanya keputusan Bank Indonesia (BI) yang mengerek suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate ke level 4,5 persen‎.

"Tentunya ini akan memberikan dampak positif meski hanya sesaat terhadap nilai tukar rupiah sehingga diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatannya," ujar Analis Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 18 Mei 2018.

Untuk itu, lanjut Reza, investor perlu tetap mewaspada berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah, terutama dari masih menguatnya USD terhadap pergerakan sejumlah mata uang lainnya seiring kembali meningkatnya imbal hasil obligasi AS.

"Mata uang rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran support Rp14.055 per USD, sedangkan posisi resisten akan berada di Rp14.039 per USD," jelas Reza.

Reza menambahkan adanya rilis Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang mencatat jumlah utang Indonesia sampai dengan April 2018 mencapai Rp4.180 triliun atau lebih tinggi dibandingkan Rp4.136 triliun per Maret yang lalu dapat menjadi penghalang kenaikan rupiah di sepanjang perdagangan Kamis, 17 Maret 2018.

"Tapi sentimen itu terimbangi oleh penerimaan pajak ‎hingga akhir April 2018 mencapai Rp383,1 triliun atau lebih baik dari periode sama tahun lalu sebesar Rp345,6 triliun," ungkap Reza.

Kemudian, masih kata Reza, sentimen lain yang berpeluang menghantam nilai tukar rupiah adalah terkait pernyataan ‎Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo yang menyatakan ekonomi global harus diwaspadai selalu.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id