Ilustrasi (MI/SUSANTO)
Ilustrasi (MI/SUSANTO)

Rupiah Diproyeksikan Balap Dolar AS

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 03 Januari 2019 08:30
Jakarta: Indeks dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan bergerak stabil di rentang yang terbatas di level 96,3-96,7 terhadap mata uang kuat utama dunia lainnya. Kondisi itu diyakini terjadi usai rilis data sejumlah indikator manufaktur di beberapa negara.
 
Tercatat Purchasing Manager Index (PMI) Uni Eropa menurun menjadi 51,4 di Desember dibandingkan dengan d November sebesar 51,8. Sementara itu, PMI Amerika Serikat (AS) mengalami sedikit penurunan menjadi 53,8 di Desember dibandingkan dengan di November sebesar 53,9.
 
Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail mengatakan relatif kuatnya data manufaktur AS dibandingkan dengan Uni Eropa tersebut mendorong pelemahan euro dan poundsterling terhadap USD tadi malam. Sementera itu, inflasi Indonesia di Desember dan 2018 sebesar 3,13 persen (yoy) terbilang cukup rendah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data inflasi tersebut, lanjutnya, lebih rendah dibandingkan dengan di November sebesar 3,23 persen (yoy) dan lebih rendah jika dibandingkan dengan di 2017 sebesar 3,61 persen (yoy). Rendahnya inflasi sepanjang 2018 didorong oleh melemahnya inflasi barang yang diatur pemerintah.
 
"Rendahnya inflasi tersebut dapat menjadi katalis positif bagi rupiah. Rupiah kemungkinan menguat ke level Rp14.400 sampai dengan Rp14.500 per USD," ungkap Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 3 Januari 2019.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup 18,78 poin atau 0,08 persen lebih tinggi menjadi 23.346,24 poin. Indeks S&P 500 naik 3,18 poin atau 0,13 persen menjadi berakhir di 2.510,03 poin. Indeks Komposit Nasdaq menguat 30,66 poin atau 0,46 persen, menjadi ditutup di 6.665,94 poin.
 
Empat saham FAANG (Facebook, Amazon, Apple, Netflix dan Google/Alphabet) atau lima saham teknologi paling populer dan berkinerja terbaik di pasar, meningkat dan mengurangi kerugian tajam saham-saham teknologi Nasdaq dari sesi sebelumnya di 2018.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif