Pernyataan BI Diprediksi Tahan Pelemahan IHSG
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat menyusul bagusnya laporan keuangan emiten. Facebook melaporkan kinerja di atas estimasi di kuartal I-2018 dan mendorong penguatan sahamnya sebesar sembilan persen. Di bursa S&P, 80 persen dari 500 emiten melaporkan kinerja di atas estimasi.

Samuel Research Team mengungkapkan dari berita ekonomi, durable goods AS naik 2,6 persen di Maret atau lebih tinggi dari estimasi yang sebesar 1,6 persen. Sementara weekly jobless claims tercatat sebesar 209 ribu atau berada di bawah estimasi.

"Investor AS saat ini tengah menunggu data pertumbuhan ekonomi AS yang akan dirilis Jumat ini," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 27 April 2018.

Sedangkan harga minyak melemah ke USD74,5 per barel di mana sebelumnya menguat karena didorong oleh rencana sanksi tambahan oleh AS untuk Iran, penurunan produksi Venezuela, dan kuatnya permintaan minyak. Meski demikian, ada harapan harga minyak dunia bisa terus menguat dari waktu ke waktu.

Samuel Research Team menambahkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan datar setelah Bank Indonesia (BI) memberikan pernyataan akan menaikkan suku bunga apabila gerak nilai tukar rupiah terus melemah terhadap USD. Hal ini menjadi bantalan melemahnya IHSG.

"Rupiah ditutup datar terhadap USD, sementara EIDO ditutup melemah," sebut Samuel Research Team.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 238,51 poin atau 0,99 persen, menjadi ditutup di 24.322,34 poin. Indeks S&P 500 naik 27,54 poin atau 1,04 persen, menjadi berakhir di 2.666,94 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup bertambah 114,94 poin atau 1,64 persen, menjadi 7.118,68 poin.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id