Hipmi Ingin Gubernur BI Terus Jaga Kestabilan Rupiah

Dian Ihsan Siregar 12 Juni 2018 15:40 WIB
rupiah
Hipmi Ingin Gubernur BI Terus Jaga Kestabilan Rupiah
Illustrasi. MI/Atet Dwi Pramadia.
Jakarta: Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia mengapresiasi kebijakan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mampu menstabilkan nilai rupiah setelah memimpin bank sentral tersebut. Diharapkan penguatan itu bisa terus dijaga agar tercipta kestabilan ekonomi.

"Saya mengapresiasi kebijakan-kebijakan BI selama tiga pekan ini walaupun hasil bagus itu belum bisa diukur. Tetapi yang penting adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) sudah semakin membaik dibanding sebelumnya. Harapan kita angka Rp13.800 per USD ini bisa bertahan walaupun bisa turun lagi akan jauh lebih baik," ucap Bahlil dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 12 Juni 2018.

Kebijakan menaikkan BI Rate akan menarik uang masuk meskipun akan mengerek suku bunga kredit. Para pengusaha berharap BI rate ke depan semakin kecil agar multiplier effect kredit bisa terjadi.

"Untuk sementara kebijakan BI menaikkan suku bunga cukup baik untuk menahan nilai tukar rupiah. Saya pikir langkah itu efektif," ‎ucap Bahlil.

Bahlil memandang, personal, karakter, dan rekam jejak Gubernur BI Perry Warjiyo turut memunculkan kepercayaan pasar. Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terlihat semakin membaik. Artinya, ada respons pasar yang positif terhadap Gubernur BI.

Bahlil mengharapkan respons positif ini memberi tanda bahwa kebijakan-kebijakan yang baik bisa menimbulkan iklim investasi yang positif. Pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat mencapai target yang direncanakan.

Terkait dengan lembaga BI yang independen, Bahlil mengatakan, bank sentral merupakan instrumen negara yang salah satu tugasnya adalah menjaga kestabilan monoter. Maka dari itu, penting untuk melakukan kerjasama terhadap seluruh institusi negara termasuk Menteri Keuangan, OJK dan lainnya.

"I‎ni satu kesatuan dan tidak bisa dipisah-pisahkan karena masing-masing punya peranan yang penting. Bahwa dalam mekanisme kepemimpinan mereka independen, Ya. Pertama di situ ada perspektif kenegaraan satu kesatuan dan tidak boleh terpisah. Kedua, adalah dari sisi tufoksi dan pertanggungjawaban. Yang paling penting mereka melakukan sinkronisasi," ujar Bahlil.

‎Anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR RI Maruarar Sirait pernah mengatakan, integritas seorang Gubernur BI turut mempengaruhi kepercayaan pasar, sehingga memberikan dampak yang besar bagi stabilitas rupiah.

Maruarar mengaku, Perry punya integritas dan ilmu yang sangat mumpuni.‎ Lallu, dia mempunyai pengalaman di bidang ekonomi dan memiliki jaringan internasional yang baik. Jadi latar belakang Perry telah dikenal orang dalam BI.

"K‎ebijakan Perry yang menaikkan suku bunga pasca dilantik jadi gubernur BI terbukti dengan menguatnya rupiah dan pasar modal. Kebijakan yang tepat tentu direspons pasar dengan tepat," terang Ara biasa dia disapa.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id