Ilustrasi (MI/Himanda Amrullah)
Ilustrasi (MI/Himanda Amrullah)

Rupiah Pagi Gilas Dolar AS

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 14 Agustus 2019 09:03
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terlihat menguat dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.325 per USD. Mata uang Garuda mulai bisa bernafas lega usai ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok sedikit mereda.
 
Mengutip Bloomberg, Rabu, 14 Agustus 2019, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menanjak ke Rp14.235 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.231 hingga Rp14.237 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.024 per USD.
 
Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat menguat pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). USD dapat perkasa karena kekhawatiran investor terhadap ketegangan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok mereda. Diharapkan perang dagang di antara kedua negara bisa segera terhenti demi kepentingan bersama.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,43 persen pada 97,8130 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh ke USD1,1173 dari USD1,1219 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2053 dari USD1,2077 di sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia naik menjadi USD0,6793 dibandingkan dengan USD0,6753. Dolar AS membeli 106,62 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 105,27 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9760 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9689 franc Swiss, dan jatuh ke 1,3221 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3244 dolar Kanada.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 372,54 poin atau 1,44 persen menjadi 26.279,91. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 42,57 poin atau 1,48 persen menjadi 2.926,32. Kemudian indeks Komposit Nasdaq meningkat 152,95 poin, atau 1,95 persen, menjadi 8.016,36.
 
Saham JD.com melonjak hampir 12,9 persen, setelah raksasa e-commerce Tiongkok melaporkan pendapatan kuartal kedua yang melampaui ekspektasi pasar, didorong oleh pertumbuhan penjualan yang kuat dalam e-commerce.
 
Mayoritas dari 30 saham unggulan di Dow Jones terpantau memperpanjang kenaikan di sekitar penutupan pasar, dengan saham Apple menguat lebih dari 4,23 persen, memimpin kenaikan. Saham penggerak perdagangan yang banyak dilihat, Intel dan Cisco Systems masing-masing naik lebih dari 2,72 persen dan 2,29 persen, di antara yang berkinerja terbaik.
 
Saham semikonduktor, juga peka terhadap hubungan perdagangan AS-Tiongkok, melonjak di sekitar penutupan, dengan Indeks Semikonduktor Philadelphia naik 2,95 persen. Semua dari 11 sektor S&P 500 utama diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor teknologi informasi naik hampir 2,5 persen, memimpin kenaikan.
 
Di sisi ekonomi, Indeks Harga Konsumen AS naik 0,3 persen pada Juli berdasarkan penyesuaian musiman setelah naik 0,1 persen pada Juni, Biro Statistik Tenaga Kerja AS mengatakan. Ada harapan agar indikator perekonomian AS bisa terus membaik guna menghindari potensi resesi yang diprediksi sejumlah lembaga riset.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif