Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti)
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti)

IHSG Diperkirakan Naik

Ekonomi ihsg
Angga Bratadharma • 02 Juli 2019 09:16
Jakarta: Semalam Wall Street ditutup menguat. Indeks S&P 500 menguat 0,77 persen, Dow Jones menguat 0,44 persen, dan Nasdaq menanjak 1,06 persen. Penguatan itu didukung rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) yaitu Manufacturing PMI periode Juni 2019 yang diumumkan sebesar 50,7 atau lebih tinggi daripada konsensus sebesar 50,1.
 
Dari dalam negeri, Samuel Research Team mengungkapkan, inflasi bulanan Mei 2019 diumumkan 0,55 persen dan inflasi tahunan berada di level 3,28 persen. Sementara inflasi inti sebesar 3,25 persen secara tahunan di atas perkiraan konsensus. Gaji ke-13 PNS akan dicairkan mulai hari ini dan diharapkan dapat mendongkrak konsumsi.
 
"Pagi ini Nikkei dan Kospi bergerak datar. Dengan katalis positif yang mulai memudar dan setelah tiga hari ditutup berturut-turut, IHSG rawan aksi ambil untung. Kami perkirakan IHSG masih akan bergerak menguat namun cenderung datar," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hasil pertemuan Trump–Xi di G20 akhir pekan kemarin menghasilkan kesepakatan gencatan senjata dan berlanjutnya negosiasi dagang. Bursa Asia pada perdagangan Senin 1 Juli 2019 merespons dengan penguatan. Nikkei ditutup naik 2,13 persen, Shanghai menguat 2,22 persen, dan Strait Times menanjak 1,52 persen.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 117,47 poin atau 0,44 persen menjadi 26.717,43 poin. Indeks S&P 500 bertambah 22,57 poin atau 0,77 persen, menjadi 2.964,33 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 84,92 poin atau 1,06 persen lebih tinggi menjadi 8.091,16 poin.
 
Namun, saham-saham telah memberikan sebagian yang baik dari keuntungan awal mereka, karena investor merenungkan apakah Federal Reserve (Fed) AS akan sama dovish-nya seperti yang telah diantisipasi baru-baru ini, dan kehati-hatian merayap kembali ke dalam apa yang mungkin akan menjadi pekan dengan perdagangan rendah menyusul libur 4 Juli.
 
"Ada perayaan di tempat terbuka dan itu adalah kasus di mana jika sebagian dari ketidakpastian perdagangan ini hilang. Bahkan jika itu tidak diselesaikan, bisa dikatakan, itu mengurangi kemungkinan the Fed perlu melangkah, atau setidaknya melangkah dengan agresif," kata Ahli Strategi Investasi di Robert W Baird, Willie Delwiche, di Milwaukee.
 
Saham-saham teknologi berkinerja terbaik di Wall Street sejauh pada tahun ini, melonjak 1,45 persen dengan saham kelas berat Apple Inc meningkat 1,83 persen memberikan dorongan terbesar.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif