Ilustrasi. (FOTO: dok MI/Rommy Pujianto)
Ilustrasi. (FOTO: dok MI/Rommy Pujianto)

Rupiah Berbanding Terbalik dengan IHSG

Ekonomi ihsg rupiah menguat kurs rupiah
Ade Hapsari Lestarini • 29 Juli 2019 09:11
Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini bertolak belakang. Rupiah terpantau kembali ke Rp14 ribu per USD, sementara IHSG terus melesat.
 
Mengutip data Bloomberg, Senin, 29 Juli 2019, rupiah dibuka melemah ke posisi Rp13.998 per USD dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp14.008 per USD.
 
Sementara itu rentang gerak rupiah berada di Rp13.998-Rp14.008 per USD. Adapun rupiah bergerak melemah setara 0,5 poin.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan mengutip data Yahoo Finance, rupiah masih berada di level Rp13 ribu. Rupiah berada di posisi Rp13.999 per USD.
 
Di sisi lain pergerakan IHSG pada pembukaan perdagangan pagi ini justru menguat. Mengutip laman RTI, gerak IHSG terpantau naik 15,862 poin atau setara 0,251 persen ke posisi 6.341.
 
IHSG sempat menyentuh level tertinggi di posisi 6.349 dan level terendah di 6.336. Sementara itu volume perdagangan saham tercatat sebanyak 1,7 miliar lembar senilai Rp281,5 miliar. Sebanyak 124 saham menguat, 62 saham melemah, 141 saham stagnan, dan terjadi 16.342 kali transaksi.
 
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan sentimen yang datang hari ini adalah pertemuan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Keduanya dijadwalkan akan bertemu membahas perang dagang selama dua hari ke depan.
 
"Kesepakatan dagang ini mempertaruhkan sesuatu yang sangat besar yaitu kesehatan ekonomi global yang masih terus membawa beban akan kesepakatan yang tidak kunjung usai," kata Nico dalam riset hariannya, Senin, 29 Juli 2019.
 
Nico menjelaskan dalam perang dagang Tiongkok menuntut penghapusan semua tarif yang ada, perjanjian yang seimbang, adil, dan setara, serta target yang realistis untuk pembelian produk Amerika. Selama ini tidak ada kemajuan mengenai tuntutan tersebut.

 
Sementara itu, Amerika juga harus menghapus semua tarif tambahan terlebih dahulu jika ingin mencapai kata sepakat, yang menunjukkan kesetaraan dan rasa hormat kedua negara.
 
Permintaan Amerika pun masih berada pada reformasi struktural terhadap perekonomian Tiongkok, perlindungan yang lebih besar terhadap Hak Kekayaan Intelektual, dan hubungan perdagangan yang seimbang.
 
"Secara teknikal, hari ini kami melihat IHSG memiliki peluang bergerak melemah dan diperdagangkan pada level 6.297-6.369," sebut Nico.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif