Ilustrasi (MI/RAMDANI)
Ilustrasi (MI/RAMDANI)

Indeks Saham Indonesia Berpeluang Lanjutkan Penguatan

Ekonomi ihsg
Angga Bratadharma • 11 Januari 2019 09:16
Jakarta: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat terbatas seiring mengecewakannya data penjualan masa liburan Macy’s dan pemangkasan proyeksi pendapatan maskapai American Airlines. Selain itu, kekhawatiran ditutupnya Pemerintahan AS yang berkelanjutan juga membatasi penguatan bursa saham AS.

Disisi lain, Samuel Research Team mengungkapkan, diskusi negosiasi ulang antara AS dan Tiongkok yang berlangsung di Beijing telah memasuki hari ketiga di mana pasar menanti terciptanya kesepakatan baru sebelum 2 Maret. Setelah tanggal itu, Trump berencana menaikkan tarif impor menjadi sebesar 25 persen untuk barang dagang Tiongkok.

"Adapun tarif itu dengan total nilai USD200 miliar apabila belum belum tercapai kesepakatan. Dari data ekonomi, pasar menanti rilisnya data inflasi AS hari ini," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Lebih lanjut, Samuel Research Team memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat seiring kondusifnya kondisi perekonomian global serta domestik. Pemerintah menargetkan ekspor nonmigas tumbuh 7,5 persen pada 2019 dengan tiga pasar ekspor utama adalah Tiongkok (6,2 persen), AS (2,5 persen), dan Jepang (0,9 persen).   "Pasar menanti rilisnya data neraca perdagangan dan Rapat Dewan Gubernur (RDG) di minggu depan. Pasar EIDO dan syariah menguat, mengikuti penguatan rupiah yang menjadi Rp14.053 per USD," ungkap Samuel Research Team.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 122,80 poin atau 0,51 persen, menjadi berakhir di 24.001,92 poin. Indeks S&P 500 bertambah 11,68 poin atau 0,45 persen, menjadi ditutup di 2.596,64 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir meningkat 28,99 poin atau 0,42 persen, menjadi 6.986,07 poin.

Saham Mac's anjlok hampir 18 persen menjadi ditutup pada USD26,11 per saham setelah melaporkan penjualan liburan yang lemah untuk 2018, dan memangkas prospek pendapatannya pada tahun ini. Jaringan toko serba ada itu mengatakan penjualan daring pada November dan Desember, serta penjualan di toko-toko yang beroperasi naik 1,1 persen secara gabungan.


(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi