Analis Prediksi Rupiah Stabil dalam Jangka Pendek
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta: Dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan bergerak stabil ke level 92.0-93.0 seiring tidak dinaikannya tingkat suku bunga acuan oleh the Fed pada Mei atau tetap sebesar 1,75 persen. Sedangkan data inflasi Indonesia yang naik sebesar 0,1 persen (mom) di April dinilai cukup rendah.

"Sehingga diperkirakan Bank Indonesia (BI) juga akan mengikuti jejak the Fed untuk tidak menaikan tingkat suku bunga di Mei," ungkap Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 3 Mei 2018.

Sementara itu, tetapnya tingkat suku bunga di AS dan rendahnya inflasi di Indonesia diperkirakan membuat rupiah stabil dalam jangka pendek. Rupiah kemungkinan bergerak di rentang Rp13.900 sampai dengan Rp14.000 per USD.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 174,07 poin atau 0,72 persen, menjadi berakhir di 23.924,98 poin. Indeks S&P 500 berkurang 19,13 poin atau 0,72 persen, menjadi ditutup pada 2.635,67 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 29,81 poin atau 0,42 persen lebih rendah, menjadi 7.100,90 poin.

Bank sentral AS atau Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya sejalan dengan ekspektasi pasar, sementara mengungkapkan keyakinan bahwa inflasi mendekati targetnya sebesar dua persen.

"Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga federal fund di 1,5 hingga 1,75 persen," kata the Fed dalam sebuah pernyataan setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari.

Pernyataan itu menunjukkan kepercayaan bank sentral atas inflasi dan mengakui bahwa tingkat inflasi inti telah bergerak mendekati target bank sentral dua persen. "Inflasi pada basis 12 bulan diperkirakan akan berjalan mendekati target simetris Komite dua persen selama jangka menengah," kata the Fed.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id