Ilustrasi. MI/SUsanto.
Ilustrasi. MI/SUsanto.

Cara BI Jaga Penguatan Rupiah

Ekonomi bank indonesia kurs rupiah
Eko Nordiansyah • 24 Maret 2019 09:02
Yogyakarta: Bank Indonesia (BI) memiliki langkah antisipasi agar rupiah tidak bergejolak sebagaimana tahun lalu. Apalagi BI telah mengeluarkan instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk melakukan intervensi pasar spot jika rupiah mengalami pelemahan.
 
"Di 2019 ini instrumen untum stabilisasi yang dimiliki BI makin lengkap dengan instrumen DNDF," kata Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah di Hotel JW Marriott Yogyakarta, Sabtu, 23 Maret 2019.
 
Adanya intrumen ini dinilai sangat membantu dalam mendukung stabilitas nilai tukar rupiah karena selama ini kurs spot dalam negeri banyak dipengaruhi kurs NDF di offshore. Meskipun Nanang menilai instrumen DNDF memang masih perlu upaya pendalaman dan pengembangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setidaknya dengan operasi moneter DNDF di BI, melalui lelang pukul 08.30, dengan kurs yang fix, kemudian dilanjutkan supply ke market sampai closing di pukul 16.00, itu menyebabkan kurs DNDF kita menjadi diacu oleh kurs NDF offshore, sehingga dampaknya terhadap spot tidak terlalu besar lagi," jelas dia.
 
Dirinya menambahkan, volatilitas rupiah tahun ini diprediksi bisa turun hingga di bawah 10 persen karena stabilitasnya yang lebih baik dibandingkan pada 2018. Pada tahun lalu, volatilitas rupiah bisa mencapai 10,65 persen disebabkan oleh tekanan global yang begitu besar.
 
Nanang berharap rupiah bisa terus melanjutkan tren penguatan sampai akhir tahun ini. Hanya saja bank sentral menginginkan penguatan rupiah disebabkan oleh kondisi pasar yang makin liquid, di mana supply dan demand valas tidak harus diintervensi oleh BI seperti yang terjadi pada tahun lalu.
 
"Jadi bagi BI yang penting stabilitasnya, bahwa misalnya rupiah akan menguat, BI tentunya akan membiarkan sesuai mekanisme pasar rupiah bisa menguat, karena sebagaimana disebutkan berkali-kali rupiah masih undervalue. Jadi BI akan memberikan ruang kalau rupiah menguat akan dibiarkan menguat," pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif