Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
Ilustrasi. (FOTO: dok MI)

Laju IHSG Berpotensi Melemah

Ekonomi ihsg
Annisa ayu artanti • 02 Mei 2019 08:14
Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diprediksi cenderung melemah. Hasil dari rapat Federal Open Market Comittee (FOMC) disinyalir memengaruhi pergerakan indeks hari ini.
 
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan Gubernur The Fed Jerome Powell sudah menekankan dalam pidatonya meskipun The Fed mendapatkan tekanan dari Presiden AS Donald Trump untuk memangkas suku bunga, The Fed meyakini bahwa inflasi akan pulih dan ekonomi akan cukup kuat.
 
Pernyataan tersebut pun diprediksi membuat indeks cenderung melemah dengan pergerakan di kisaran 6.430-6.470.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sentimen yang akan mendominasi hari ini adalah FOMC meeting yang sudah usai semalam. Secara teknikal, kami melihat IHSG berpotensi bergerak cenderung melemah," kata Nico dalam riset hariannya, Kamis, 2 Mei 2019.
 
Sementara itu, Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Chrstoper melihat indeks hari ini menguat. Penguatan tersebut dipengaruhi oleh data inflasi Indonesia April yang akan dirilis hari ini dan laporan keuangan yang dirilis emiten dinilai diatas ekepekasi sehingga meningkatkan optimisme investor.
 
"IHSG hari ini diprediksi menguat," kata Dennies.
 
Dennies menjelaskan pernyataan FOMC juga akan memengaruhi pergerakan indeks hari ini. Adapun, prediksi pergerakan indeks hari ini akan berada di rentang support 6.417-6.436 dan resistance 6.465-6.475.
 
Beberapa saham yang bisa diperhatikan investor hari ini adalah saham PT Astra International Tbk (ASII) dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).
 
Komite Pasar Terbuka Federal, cabang pembuat kebijakan The Fed, mempertahankan kisaran target untuk suku bunga acuannya pada 2,25 persen hingga 2,5 persen, menurut sebuah pernyataan yang dirilis setelah pertemuan kebijakan dua hari pada Rabu.
 
The Fed mencatat bahwa pasar tenaga kerja tetap kuat dan aktivitas ekonomi naik pada tingkat yang solid sejak Maret. Sementara pertumbuhan belanja rumah tangga dan investasi tetap bisnis melambat pada kuartal pertama.
 
Bank sentral akan bersabar dengan penyesuaian tingkat suku bunga federal fund selanjutnya, sehubungan dengan perkembangan ekonomi dan keuangan global serta tekanan inflasi yang diredam.

 
Pertemuan kebijakan The Fed itu terjadi setelah Trump pada Selasa, 30 April 2019, Trump kembali meminta bank sentral AS untuk menurunkan suku bunga dan mengadopsi pelonggaran kuantitatif, mengutip ekonomi yang kata dia "berjalan baik".
 
"Federal Reserve terus-menerus menaikkan suku bunga, meskipun inflasi sangat rendah, dan melembagakan dosis pengetatan kuantitatif yang sangat besar," kata Trump melalui akunTwiter.
 
Ekonomi AS, kata Trump, memiliki potensi untuk naik seperti roket jika melakukan beberapa penurunan suku bunga, seperti satu poin, dan beberapa pelonggaran kuantitatif, mencatat bahwa ekonomi berjalan baik, mengingat pertumbuhan PDB kuartal pertama sebesar 3,2 persen.
 

(AHL)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif