Dua pendatang baru di BEI mencatat kenaikan perdagangan saham. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Dua pendatang baru di BEI mencatat kenaikan perdagangan saham. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Saham Dua Emiten Pendatang Baru Melejit

Ekonomi emiten bei
Annisa ayu artanti • 10 Januari 2019 10:48
Jakarta: Dua emiten pendatang baru di lantai bursa mencatat kenaikan saham hampir 50 persen saat aksi penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Dua emiten tersebut adalah PT Pollux Investasi Internasional Tbk dan PT Estika Tata Tiara Tbk.
 
POLI, kode emiten PT Pollux Investasi Internasional Tbk, melepas sebanyak 402,11 juta lembar saham. Sedangkan BEEF, kode emiten untuk PT Estika Tata Tiara Tbk melepas 376,86 juta lembar saham.
 
Pada perdagangan pertamanya, POLI mencatat kenaikan 49,88 persen ke level Rp2.450 per lembar saham dari penawaran awal Rp1.635 per lembar saham. Saham POLI ditransaksikan sebanyak delapan kali dengan volume 793 lot. Sehingga untuk sementara POLI memperoleh dana segar sebesar Rp194,29 juta.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara saham BEEF naik 41,18 persen ke Rp480 per lembar saham dari harga perdana Rp340 per lembar saham. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume 66.680 lot. Sehingga untuk sementara POLI memperoleh dana segar Rp3,37 miliar.
 
Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi berpesan kepada kedua emiten untuk menjaga tata kelola perusahaan dengan baik, karena sudah menjadi perusahaan publik.
 
"Selamat kepada keduanya atas tercatatnya sahan perseroan hari ini, kami berharap dengan pencatatan tersebut bisa menjadi pilihan investasi," kata Hasan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, 10 Januari 2019.
 
Adapun penggunaan dana hasil IPO akan digunakan BEEF sebanyak 45 persen untuk pembelian sapi, 25 persen untuk pembelian barang dagangan berupa daging dan pembelian barang dagangan berupa produk lanjutan hasil produksi anak usaha.
 
Lalu sisanya 30 persen untuk investasi perluasan kandang serta investasi bangunan berupa fasilitas produksi baru di Subang. Serta investasi bangunan untuk penambahan kapasitas produksi di Salatiga.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif