Ilustrasi (MI/ADAM DWI)
Ilustrasi (MI/ADAM DWI)

Indeks Saham Indonesia Berpeluang Menghijau

Ekonomi ihsg
Angga Bratadharma • 21 Maret 2019 12:03
Jakarta: Hasil pertemuan Federal Reserve Rabu waktu setempat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga Amerika Serikat (AS) dan memproyeksikan tidak akan ada kenaikan suku bunga di 2019. Hal ini juga semakin membuka peluang Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga acuan di tahun ini dan akan memberikan sentimen yang positif terhadap pasar modal Indonesia.
 
Di AS, indeks Dow Jones turun lebih dari 100 poin (-0,55 persen) didorong oleh pelemahan terutama dari saham perbankan. Sementara itu, bursa saham Jepang libur hari ini, dan bursa di Australia dibuka melemah tipis. Di Indonesia, kemarin IHSG ditutup datar ke level 6.482,7 di tengah pelemahan mayoritas bursa saham Asia.
 
"Kami memperkirakan hari ini IHSG berpeluang menguat. Pasar juga menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI hari ini yang kami perkirakan mempertahankan suku bunga acuan," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pagi ini, gerak nilai tukar rupiah kembali menguat ke level Rp14.100 per USD. Sedangkan harga minyak WTI menguat menembus USD60 per barel dan Brent berada di level USD68,5 per barel. Harga emas juga menguat ke USD1.316,3 per ons.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 141,71 poin atau 0,55 persen menjadi 25.745,67 poin. Indeks S&P 500 turun 8,34 poin atau 0,29 persen menjadi 2.824,23 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 5,02 poin atau 0,07 persen menjadi 7.728,97 poin.
 
Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan sektor keuangan turun lebih dari dua persen, menjadi yang paling melemah. Layanan komunikasi naik 1,16 persen, mengungguli sektor lain.
 
Federal Reserve AS pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB) mempertahankan suku bunga acuan atau tidak berubah setelah mengakhiri pertemuan kebijakan selama dua hari, dalam sebuah langkah yang memenuhi ekspektasi pasar dan mencerminkan pendekatan 'sabar' bank sentral mengenai perubahan kebijakan moneternya.
 
Saham-saham memangkas kerugian awal mereka dan berubah positif tidak lama setelah pengumuman kebijakan terbaru bank sentral karena para pedagang menyambut sikap the Fed yang lebih akomodatif. Namun, tidak semua indeks utama berhasil mengamankan kenaikan mereka pada penutupan.
 
Hal itu karena pengumuman the Fed juga menyeret turun imbal hasil obligasi pemerintah yang mendorong saham-saham bank menurun. Saham FedEx merosot 3,49 persen pada penutupan, atau kembali naik dari posisi terendah sesi. Perusahaan layanan pengiriman paket AS ini melaporkan hasil kuartal fiskal ketiga setelah penutupan perdagangan Selasa.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif