Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)
Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)

Gerak IHSG Tergantung Hasil Perundingan Dagang AS-Tiongkok

Ekonomi ihsg
Angga Bratadharma • 10 Mei 2019 08:47
Jakarta: Tengah malam hari ini di Amerika Serikat (AS) atau siang hari ini pukul 11.00 WIB di Indonesia merupakan batas waktu dari rencana pengenaan tarif 25 persen terhadap produk-produk Tiongkok oleh AS. Bila kesepakatan antara kedua negara tidak terjadi, maka diperkirakan akan terjadi tekanan jual yang cukup kuat di bursa regional termasuk Indonesia.
 
Namun bila kesepakatan terjadi, Samuel Research Team, kemungkinan besar pasar pulih setelah mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Perkembangan terakhir, Trump menyatakan mendapatkan “surat indah” dari Presiden Tiongkok Xi Jinping dan kemungkinan keduanya akan berbicara lewat telepon.
 
"Walau demikian, sentimen tetap belum stabil dan kurva imbal hasil antara tiga bulan dan 10 tahun dari surat utang Pemerintah AS sempat mengalami konversi dan sekaligus menjadi peringatan potensi akan terjadinya resesi di AS," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 10 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Semalam indeks Dow Jones melemah 0,54 persen dan S&P melemah 0,3 persen. Pelemahan S&P ini merupakan keempat kali berturut-turut. Pagi ini Nikkei bergerak menguat 0,24 persen dan Kospi menguat 0,52 persen setelah mengalami tekanan kuat kemarin. Sedangkan pasar futures di Tiongkok mengindikasikan terjadinya rebound di pasar Tiongkok.
 
"Kemungkinan IHSG akan bergerak positif pagi ini, namun dapat berbalik menjadi negatif bila siang ini ternyata AS-Tiongkok tidak terjadi kesepakatan dan tarif 25 persen oleh AS tetap dijalankan," kata Samuel Research Team.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 138,97 poin atau 0,54 persen menjadi 25.828,36 poin. Indeks S&P 500 berkurang 8,70 poin atau 0,30 persen menjadi 2.870,72 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup merosot 32,73 poin atau 0,41 persen menjadi 7.910,59 poin.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama Indeks S&P 500 diperdagangkan lebih rendah di sekitar penutupan pasar, dengan sektor material turun sekitar 0,8 persen, memimpin kerugian. Mayoritas dari 30 saham unggulan di Dow Jones memperpanjang kerugian mereka, dengan saham raksasa manufaktur AS 3M turun hampir 1,9 persen.
 
Sedangkan saham Intel turun lebih dari 5,3 persen, setelah manajemen pabrikan cip AS itu memberikan prospek tiga tahun yang suram. Perusahaan memperkirakan kisaran persentase pertumbuhan satu digit baik dalam pendapatan maupun laba per saham selama tiga tahun ke depan, karena melemahnya penjualan chip PC datar.
 
Sementara itu, saham Chevron naik lebih dari 3,1 persen, setelah raksasa energi AS itu memutuskan untuk tidak bersaing mengakuisisi Anadarko Petroleum, karena yang terakhir menunjukkan lebih tertarik pada saingannya Occidental Petroleum.
 

(ABD)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif