Pinnacle Investment Gunakan FTSE Indonesia Index
President & Chief Executive Officer (CEO) Pinnacle Investment Guntur Putra di Main Hall BEI. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Jakarta: PT Pinnacle Persada Investama (Pinnacle Investment) memperluas platform PineShares dengan merilis produk exchange traded fund (ETF) ketujuh. Produk baru bantuan kemudahan berinvestasi ini disebut pertama di dunia yang menggunakan dan mereplikasi indeks FTSE Indonesia sebagai underlying benchmark.

Pinnacle FTSE Indonesia ETF dengan kode XPFT ini mulai melantai Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.00 WIB, Senin, 10 September 2018. Peluncuran dan pencatatan produk perdana (IPO) perusahaan manajer investasi berbasis teknologi ini dilakukan bersamaan dengan bel pembukaan pasar modal Indonesia.

"Kami berkesempatan untuk berkolaborasi dengan FTSE Russell dan memilih indeks FTSE Indonesia mereka untuk ETF terbaru kami," ujar President & Chief Executive Officer (CEO) Pinnacle Investment Guntur Putra di Main Hall BEI, Jakarta, Senin, 10 September 2018.

Produk XPFT didesain dan dirancang secara khusus untuk mereplikasi kinerja indeks FTSE Indonesia dan memberikan investor eksposur pasar yang luas terhadap pasar ekuitas di Indonesia. Teknologi FTSE Russell dipilih sebagai global index provider yang terkemuka di dunia dalam memberikan investor akses terhadap perusahaan berkapitalisasi besar di Indonesia secara efisien.

"XPFT akan memberikan akses dan eksposur secara mudah, transparan dan efisien kepada investor global dan regional atas perusahaan perusahaan di Indonesia yang berkapitalisasi besar dan likuid," ungkapnya.

Dalam produk XPFT, Pinnacle Investment kembali menjalin kembali kerja sama dengan Indo Premier Sekuritas sebagai dealer partisipan dan menunjuk BCA sebagai Bank Kustodian.

Hingga saat ini, platform PineShares Pinnacle Investment sudah memiliki tujuh produk ETF di antaranya lima smart beta ETF dan dua passive+ETF. Seluruh produk pun telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kode XPLQ, XPDV, XPLC, XPES, XPSG, XPID, dan XPFT.

Guntur menuturkan, strategi khusus telah dilakukan dengan menggunakan pendekatan berbasis penelitian dalam menyesuaikan dan mengoptimalkan pembobotan portofolio dengan pendorong kinerja yang dirancang untuk mencapai volatilitas yang rendah. Selain itu target tingkat risk-adjusted returns yang lebih tinggi dalam jangka panjang terhadap tolok ukur atas tingkat bobot kapitalisasi pasar yang bersangkutan seperti JCI, LQ45, serta IDX30 juga bisa dilakukan.

"Ini adalah bukti dari komitmen Pinnacle untuk selalu berinovasi dan menghadirkan produk investasi yang movatif, transparan, dan likuid yang sebelumnya tidak tersedia bagi sebagian besar investor di Indonesia,” tandasnya.



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id