Rupiah Terpuruk, BRI Ingin Suku Bunga Tetap Ditahan

Desi Angriani 03 Mei 2018 13:26 WIB
bri
Rupiah Terpuruk, BRI Ingin Suku Bunga Tetap Ditahan
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Suprajarto. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Jakarta: Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Suprajarto menginginkan Bank Indonesia (BI) tetap menahan suku bunga BI 7-day reverse repo rate di level 4,25 persen. Hal ini menyusul sinyalemen kenaikan suku bunga dalam meresponds pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi beberapa pekan terakhir.

"Kalau menurut saya lebih baik ditahan sampai sekarang. Lebih baik enggak naik," katanya ditemui di Gedung BRI I, Jakarta, Kamis, 3 Mei 2018.

Menurutnya kebijakan untuk menaikkan suku bunga sedikitnya akan berpengaruh terhadap penguatan mata uang Garuda. Namun kepercayaan publik terhadap fundamental ekonomi akan terjaga bila suku bunga dipertahankan di level yang sama.

"Kalau enggak naik paling tidak memberikan sinyal kepercayaan pada publik bahwa kita fundamental ekonomi masih bagus," imbuh dia.

Suprajarto menambahkan hingga kini keoknya rupiah belum berpengaruh besar pada kenaikan Rasio kredit bermasalah (NPL) kecuali bila mata uang dolar AS terus perkasa. Tercatat NPL Gross BRI pada triwulan I-2018 sebesar 2,46 persen atau lebih kecil dari NPL industri perbankan yang sebesar 2,75 persen.

"Rupiah saya pikir enggak kecuali kalau dolarnya naik terus ya, tapi harapan saya dolar enggak naik dan kita juga konsolidasi dengan nasabah valuta asing untuk bagaimana menyikapi US," katanya.

Selain itu, perseroan juga menahan sekaligus melakukan ekspansi kredit sepanjang pelemahan mata uang rupiah. "Tentu dong tapi kita ekspansi juga," tambah Suprajarto.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id