PT Indonesian Tobacco Tbk  melakukan IPO - - Foto: Medcom.id/ Annisa Ayu
PT Indonesian Tobacco Tbk melakukan IPO - - Foto: Medcom.id/ Annisa Ayu

Indonesian Tobacco Incar Rp63,03 Miliar Lewat IPO

Ekonomi bursa efek bei pasar modal ipo
Annisa ayu artanti • 28 Mei 2019 14:54
Jakarta: PT Indonesian Tobacco Tbk berencana melepas 29,13 persen saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) atau setara dengan 274,06 juta lembar saham. Dari IPO tersebut, perseroan mengincar Rp49,33 miliar hingga Rp63,03 miliar.
 
Dalam konferensi persnya, Direktur Utama Indonesian Tobacco Djonny Saksono mengatakan, tujuan perusahaan melakukan aksi IPO untuk memperbesar lingkup usaha. Perkiraan pencatatan perusahaan di Bursa Efek Indonesia pada 4 Juli 2019 mendatang.
 
"Untuk besarkan usaha ini, tanggal listingnya ini kita mohon kepada BEI pada Juli tanggal 4," kata Djonny di Thamrin Nine, Jakarta, Selasa, 28 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Djonny menjelaskan, perseroan menawarkan harga saham dengan rentang Rp180 sampai Rp230 per lembar saham. Sehingga target perolehan dana yang bisa diraup sekitar Rp49,33 miliar hingga Rp63,03 miliar.
 
"IPO ini untuk meningkatkan stok bahan baku karena pasar kita semakin luas dalam tiga tahun terus mengalami pertumbuhan," jelas dia.
 
Saat ini selain memasok tembakau untuk kebutuhan dalam negeri, perusahaan juga telah masuk ke pasar ekspor yaitu ke Malaysia, Siangapura, dan Jepang. Rencana perusahaan akan melakukan ekspansi lagi ke India dan Tiongkok.
 
"Jadi perlu siapkan bahan baku karena industri tembakau perlu izin 1 tahun dan pada saat panen," ujar dia.
 
Dalam penawaran umum perdana, perusahaan menunjuk PT Phillip Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Adapun masa penawaran awal dijadwalkan pada 27 Mei 2019 hingga 31 Mei 2019, dengan perkiraan tanggal efektif 21 Juni 2019.
 
Kemudian perkiraan masa penawaran umum pada tanggal 25 Juni-1 Juni 2019 dengan perkiraan tanggal penjatahan yaitu tanggal 2 Juli 2019.
 
Seperti diketahui, struktur pemegang saham Indonesian Tobbaco sebelum penawaran umum dimiliki oleh Djonny Saksono sebesar 90,1 persen dan PT Anugrah Investindo Nusantara sebesar 9,9 persen.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif