Indeks Diproyeksikan Pertahankan Posisi di Atas 6.000

Dian Ihsan Siregar 30 Mei 2018 09:51 WIB
ihsg
Indeks Diproyeksikan Pertahankan Posisi di Atas 6.000
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang perdagangan hari ini diproyeksikan berupaya mempertahankan posisi di atas 6.000. Sejumlah sentimen positif diharapkan bisa terus berdatangan guna mendukung target dimaksud.

"‎IHSG sedang menguji resisten yang diharapkan melanjutkan kenaikan seiring adanya peluang bertahan di atas level 6.000," ungkap ‎Analis Senior Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 30 Mei 2018.


‎Masih adanya sejumlah sentimen positif dari dalam negeri, lanjutnya, diharapkan bisa mendukung posisi IHSG untuk berada di zona hijau. Namun, adanya aksi ambil untung dapat menghalangi posisi IHSG untuk berada di zona hijau.

"Tetap waspadai sentimen yang bisa membuat IHSG kembali melemah," jelas dia.

Sementara itu, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya‎ menambahkan, indeks akan melanjutkan proses kenaikan jangka pendek. Hal itu ditopang oleh kembali aliran modal ke bursa dalam negeri.

"‎Pondasi ekonomi domestik yang berada dalam kondisi stabil menjadi faktor utama yang memicu minat investor untuk menempatkan modal di bursa saham Indonesia," jelas dia seraya menambahkan bahwa faktor nilai tukar rupiah menjadi salah satu yang membuat indeks tertekan kembali.

"Fluktuasi harga komoditas juga memengaruhi indeks," ungkap William. Saat ini, William menyatakan, IHSG memiliki support terdekat yang berupaya dipertahankan pada level 5.845, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di 6.123.

M‎engamati keadaan tersebut, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), ‎PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM)‎, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

‎‎Kemudian, cermati pula gerak saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Kimia Farma ‎(Persero) Tbk (KAEF).



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id