Ilustrasi (MI/RAMDANI)
Ilustrasi (MI/RAMDANI)

Rupiah Terus Unjuk Gigi di Rp14.059/USD

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 08 Januari 2019 09:02
Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terlihat menguat dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.082 per USD. Membaiknya perekonomian Indonesia disertai mulai masuknya arus modal ke Tanah Air terus memicu rupiah mampu menahan amukan USD.
 
Mengutip Bloomberg, Selasa, 8 Januari 2019, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menanjak ke Rp14.059 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.024 hingga Rp14.059 per USD dengan year to date return di minus 2,53 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.806 per USD.
 
Di sisi lain, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,54 persen menjadi 95,6675 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1478 dari USD1,1398 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2769 dari USD1,2740 pada sesi sebelumnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dolar Australia naik menjadi USD0,7142 dibandingkan dengan USD0,7116. Dolar AS dibeli 108,60 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 108,52 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9794 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9864 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3296 dolar Kanada dari 1,3394 dolar Kanada.
 
Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average naik 98,19 poin atau 0,42 persen, menjadi berakhir di 23.531,35 poin. Indeks S&P 500 bertambah 17,75 poin atau 0,70 persen, menjadi ditutup di 2.549,69 poin. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 84,61 poin atau 1,26 persen, menjadi berakhir di 6.823,47 poin.
 
Di bidang ekonomi, sektor jasa-jasa Amerika Serikat (AS) berkembang pada kecepatan yang lebih lambat dari yang diperkirakan pada Desember. Lembaga riset swata Institute for Supply Management (ISM) mengatakan indeks non-manufaktur berada di 57,6 pada bulan lalu, lebih rendah dari perkiraan para analis dan angka pada November.
 
Pada Jumat 4 Janari, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan pengetatan moneter yang lebih lambat. Dia mengatakan para pejabat-pejabat the Fed terus mengawasi suara-suara pasar keuangan, dan bahwa kebijakan the Fed fleksibel dan melekat pada perkembangan ekonomi terkini.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif