IHSG dan Rupiah Kompak Melemah
IHSG. Dok: MI.
Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada penutupan perdagangan hari ini. IHSG melemah seiringan dengan anjloknya mata uang rupiah. IHSG tak berhasil menguat meskipun suku bunga acuan BI masih stagnan.

IHSG, Selasa, 23 Oktober 2018 mencatat melemah 42,5 poin dengan berada pada 5.797. Volume perdagangan mencapai 6,1 miliar lembar saham dengan nilainya sebesar Rp4,7 triliun. JII melemah 5,14 poin dan LQ45 melemah 7,48 poin.

Dalam perdagangan hari inisemua sektor melemah. Hanya sektor industri dasar saja yang naik dengan berada pada 10,56 poin. Sebanyak 144 saham naik, 273 saham turun, dan 119 saham tak bergerak.

Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper meramal laju IHSG menguat hari ini. Dirinya memandang gerak IHSG akan berada di level support 5.803-5.821 dan resisten 5.863-5.887

Penguatan tersebut didorong oleh kondisi saat ini yang cukup kondusif dengan nilai tukar rupiah terbilang stabil. Namun pergerakan akan terbatas dikarenakan antisipasi investor menjelang penetapan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia.

"IHSG diprediksi menguat didorong ekspektasi bahwa Bank Indonesia belum akan menaikkan suku bunganya pada bulan ini dikarenakan kondisi yang saat ini cukup kondusif dan nilai tukar rupiah cukup stabil," jelas Dennies.

Faktanya aksi Bank Indonesia yang belum mengubah suku bunganya tak mampu mendorong gerak IHSG. IHSG melemah ketika mata uang rupiah melemah pada penutupan perdagangan hari ini. Bloomberg mencatat mata uang Rupiah berada pada posisi Rp15.191 per USD atau melemah 4,5 poin.  

Sementara itu Yahoo Finance melansir mata uang rupiah melemah delapan poin dengan berada pada Rp15.188 per USD. Bank Indonesia mencatat mata uang rupiah melemah lagi dengan berada pada Rp15.208 per USD.

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id