Alasan BEI Tolak Rencana Ratu Prabu untuk Reverse Stock

Annisa ayu artanti 08 Agustus 2018 12:47 WIB
beiratu prabu energi
Alasan BEI Tolak Rencana Ratu Prabu untuk <i>Reverse Stock</i>
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti)
Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) menolak secara halus rencana PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) untuk melakukan reverse stock atau penggabungan nilai nominal saham dengan rasio 10:1. Adapun alasan penolakan rencana tersebut lantaran persyaratan reverse stock yaitu fundamental keuangan dan kinerja perusahaan tidak memenuhi syarat.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyatakan pihaknya menyarankan untuk Ratu Prabu menunda aksi korporasi itu seiring melihat pergerakan saham untuk beberapa periode ke depan. Untuk diketahui, saham ARTI sudah lama tertidur di level terendah atau berada di Rp50.

"ARTI itu kita lihat parameter dua yang umum. Pertama fundamentalnya oke mendukung tidak, kita lihat pegerakan harga saham dan juga harganya. Jadi kita istilahkan bukan tolak ya tapi kita minta untuk tidak dilakukan dalam periode ini untuk mereka bisa perbaiki lagi," kata Nyoman, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, 7 Agustus 2018.

Nyoman menjelaskan dalam memutuskan boleh tidaknya perusahaan melakukan reverse stock maka bursa melihat dari beberapa persyaratan. Persyaratan tersebut di antaranya fundamental atau kinerja keuangan perusahaan, rencana perusahaan ke depan, dan beberapa hal tambahan lain seperti isu terkini dan masukan dari stakholders.

Seperti diketahui, dalam keterbukaan informasi PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) berencana akan melakukan penggabungan nilai saham alias reverse stock. ARTI akan melakukan reverse stock dengan rasio 1:10. Untuk saham seri A yang semula Rp500 akan menjadi Rp5.000, sementara untuk seri B semula Rp100 menjadi Rp1.000.

Untuk melakukan hal itu, Ratu Prabu akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) guna meminta persetujuan para pemegang saham. Rapat itu akan dilakukan pada 28 Agustus 2018 di Gedung Ratu Prabu.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id