IHSG Jajal Level 5.909-5.924
Ilustrasi kegiatan di pasar modal. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan).
Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi mencoba kembali menguat di kisaran 5.909-5.924 pada perdagangan hari ini.

Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan pergerakan IHSG sebelumnya hampir menyentuh target resisten di kisaran 5.908-5.921. Namun karena adanya pelemahan menggagalkan potensi pencapaian tersebut. Mulai adanya aksi profit taking menghalangi peluang IHSG untuk kembali melanjutkan kenaikannya.

"Diharapkan hari ini IHSG dapat bertahan di atas support 5.858-5.872 untuk menahan pelemahan lebih lanjut. Resisten diharapkan dapat menyentuh kisaran 5.909-5.924," tutur dia dalam hasil risetnya, Kamis, 12 Juli 2018.

Hal sama juga diprediksi Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji. Dalam risetnya ia mengatakan, setelah berhasil ditutup menguat 0,19 persen pada perdagangan 11 Juli 2018, IHSG berpeluang menguat lagi pada perdagangan 12 Juli 2018.

Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.844,763 hingga 5.796,151. Sementara itu, resisten pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.919,960 hingga 5.946,561.

Beberapa saham yang dikrekomendasikan oleh Reza hari ini adalah PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Indo Rama Synthetic Tbk (INDR).

Sementara saham yang direkomendasikan oleh Nafan adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id