Penguatan Rupiah Diprediksi Buat IHSG Perkasa
Ilustrasi (MI/RAMDANI)
Jakarta: Bursa saham Wall Street ditutup bervariasi usai harga minyak dunia tertekan sehingga berimbas kepada sektor saham energi. Akan tetapi, sektor saham ritel dan produsen cip menguat dan mendorong pelemahan indeks saham acuan jadi terbatas.

Samuel Research Team mengungkapkan harga minyak Brent melemah USD2,35 atau tiga persen menjadi USD76,44 per barel usai Arab Saudi dan Rusia mengatakan siap mengurangi pengendalian pasokan yang mendorong harga ke level tertinggi sejak 2014. Sejauh ini, negara anggota OPEC terus mendorong penguatan harga minyak dunia.

"Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada teritori positif ke level 5.975.7 atau 0,49 persen di tengah turunnya sebagian besar bursa Asia Pasifik," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin, 28 Mei 2018.

Selain itu, Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, dan Polri yang akan dicairkan di Juni dan Juli tahun ini menjadi stimulus bagi ekonomi domestik. Samuel Research Team melihat dengan positifnya EIDO pada perdagangan semalam dan penguatan rupiah, maka IHSG pada Senin ini berpotensi menguat.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail menambahkan berita mengenai akan dinaikkannya produksi minyak oleh Rusia dan Arab Saudi diyakini semakin memperkuat USD dan melemahkan harga minyak. Kemudian, tekanan naiknya imbal hasil treasury AS semakin mereda seiring dovish-nya pandangan the Fed usai keluarnya notulensi rapat FOMC di Mei.

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap USD seiring melemahnya imbal hasil treasury AS tersebut dan kemungkinan dinaikannya tingkat suku bunga dalam negeri lebih cepat di akhir Mei. Rupiah kemungkinan menguat kembali ke level Rp14.000 sampai dengan Rp14.100 per USD," kata Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta.

Sedangkan imbal hasil treasury AS jangka menengah (10 tahun) dan panjang di AS (30 tahun) pada Sabtu kemarin turun masing-masing sebanyak tujuh dan llima bps level 2,93 persen dan 3,09 persen. Analis melihat tekanan terhadap inflasi di AS akan cukup rendah di April seiring kemungkinan turunnya harga minyak dan lemahnya pertumbuhan upah di AS.

 
 



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id