Data Positif dari 'Paman Sam' Dorong Pelemahan Rupiah

Arif Wicaksono 07 Desember 2017 16:40 WIB
kurs rupiah
Data Positif dari 'Paman Sam' Dorong Pelemahan Rupiah
Illustrasi. MI/Susanto.
Jakarta: Mata uang rupiah melemah pada penutupan perdagangan hari ini. Rupiah melemah setelah permintaan atas mata uang dolar AS menguat seiring dengan data positif dari AS.

Bloomberg, Kamis, 7 Desember 2017 mencatat mata uang rupiah melemah 11 poin atau 0,08 persen dengan mencapai Rp13.557 per USD.

Yahoo Finance melansir mata uang rupiah melemah 10 poin atayu 0,07 persen dengan berada pada Rp13.548 per USD. Sementara Bank Indonesia (BI) merekam mata uang rupiah melemah 36 poin dengan berada pada Rp13.552 per USD.


A‎nalis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada memproyeksikan melihat masih adanya potensi ke zona merah maka rupiah akan bergerak di kisaran support Rp13.542 per USD, sedangkan target resisten akan berada di Rp13.509 per USD.

"Seperti kemarin, rupiah diharapkan dapat menguat, tapi kalah akan banyaknya permintaan USD," jelas dia.

Reza menambahkan masih adanya sentimen dari optimisme pasar terhadap pengesahan program reformasi pajak di Amerika Serikat (AS) membuat USD kembali melanjutkan penguatannya.

"Mata uang Garuda yang sebelumnya dapat bertahan positif, berbalik melemah seiring meningkatnya permintaan akan mata uang USD," ujar Reza.

Di sisi lain, kata Reza, nilai USD juga mendapat sentimen positif dari bertumbuhanya US private sector employment. Adapun sentimen positif dari dalam negeri berupa tertariknya beberapa investor asing pada sejumlah proyek infrastruktur Indonesia tampaknya masih kurang kuat untuk mempertahankan pergerakan positif rupiah.

Seperti diketahui, pergerakan USD melonjak terhadap sebagian besar mata uang utama pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena investor terutama berfokus pada data ekonomi yang baru dirilis.



(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360