Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)
Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)

Rupiah Cerah, IHSG Keok

Ekonomi ihsg kurs rupiah
Ade Hapsari Lestarini • 19 Maret 2019 09:52
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak menguat pada pembukaan perdagangan pagi ini. Namun demikian, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru terpeleset.
 
Mengutip Bloomberg, Selasa, 19 Maret 2019, rupiah menguat hingga lima poin atau setara 0,04 persen ke posisi Rp14.234 per USD. Pada saat pembukaan perdagangan, rupiah berada di Rp14.217 per USD.
 
Sementara mencatat data Yahoo Finance, rupiah sempat berada di level Rp14.239 per USD. Namun demikian terus menguat hingga delapan poin atau setara 0,056 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, gerak IHSG terkoreksi 21,038 poin atau setara 0,323 persen ke posisi 6.488 dari pembukaan yang sempat berada di level 6.515.
 
Volume perdagangan tercatat sebanyak 4,2 miliar lembar saham senilai Rp1,9 triliun. Sebanyak 169 saham menguat, 128 saham melemah, dan 138 saham stagnan.
 
IHSG sebelumnya diprediksi melanjutkan penguatan. Aksi ambil untung akan menjadi sentimen pada perdagangan hari ini.
 
Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menjelaskan dari sisi teknikal pergerakan IHSG hari ini mencoba bertahan di atas level 6.500, setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya IHSG menguat 48,26 poin ke level 6.509,45.
 
"Diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung diwarnai aksiprofit takingpada perdagangan selanjutnya dengansupport resistance6.466-6.530," kata Lanjar dalam riset hariannya, Selasa, 19 Maret 2019.
 
Sementara dari sisi global, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper menjelaskan penguatan IHSG hari ini didorong oleh keyakinan investor terhadap kesepakatan dagang Amerika Serikat dan Tiongkok. Ia memprediksi laju indeks akan bergerak di rentang
support6.466-6.487 danresistance6.519-6.530.
 
"IHSG diprediksi menguat. IHSG berpotensi melanjutkan penguatan didorong oleh optimisme investor yang merespons positif perkembangan dari sentimen global di mana damai dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat semakin mendekati kesepakatan," jelas Dennies.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif