Hilang Kekuatan, Rupiah Dibuka di Rp14.322/USD
Ilustrasi (MI/SUSANTO)
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terlihat terhempas ke zona merah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.244 per USD. Rupiah belum mampu menguat meski USD kehilangan kekuatannya usai meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Mengutip Bloomberg, Selasa, 4 Desember 2018, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke Rp14.322 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.305 hingga Rp14.322 per USD. Sedangkan nilai tukar rupiah menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.093 per USD.

Sementara itu, pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1342 dibandingkan dengan USD1,1308 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2726 dari USD1,2742 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia meningkat menjadi USD0,7348 dibandingkan dengan USD0,7302.

Sedangkan USD membeli 113,68 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 113,60 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD turun menjadi 0,9988 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9996 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3210 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3288 dolar Kanada.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 287,97 poin atau 1,13 persen, menjadi berakhir di 25.826,43 poin. Indeks S&P 500 menambahkan 30,20 poin atau 1,09 persen, menjadi ditutup di 2.790,37 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 110,98 poin atau 1,51 persen lebih tinggi menjadi 7.441,51 poin.

Selama jamuan makan malam yang diselenggarakan pada Sabtu 1 Desember di Buenos Aires, Argentina, para pemimpin kedua negara yakni AS dan Tiongkok memiliki diskusi yang positif dan konstruktif mengenai masalah perdagangan dan ekonomi serta sepakat untuk tidak memberlakukan tarif tambahan.

Saham Boeing dan Caterpillar, perusahaan dengan eksposur pendapatan luar negeri yang tinggi, masing-masing naik 3,81 persen dan 2,42 persen. Harga saham pembuat cip yang beroperasi di Tiongkok dan sejumlah besar penjualan mereka di negara itu juga meningkat, dengan Advanced Micro Devices dan Nvidia masing-masing melonjak 11,31 persen dan 4,04 persen.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id