Rupiah Diyakini Perlihatkan Taringnya

Annisa ayu artanti 05 Desember 2018 08:29 WIB
kurs rupiah
Rupiah Diyakini Perlihatkan Taringnya
Ilustrasi (MI/SUSANTO)
Jakarta: Nilai tukar rupiah diprediksi masih mampu menguat meski mulai terkoreksi. Sejumlah sentimen positif seperti dikeluarkannya paket kebijakan ekonomi lanjutan dan masuknya arus modal ke Tanah Air diharapkan memperkuat gerak rupiah agar tidak mudah terhempas ke zona merah.

Senior Analyst CSA Research Reza Priyambada mengatakan pergerakan rupiah hari ini akan berada di Rp14.278 sampai Rp14.292 per USD. Menurutnya terkoreksinya rupiah kemungkinan terjadi jika pelaku pasar memberi perhatian kepada the Fed untuk menentukan aruh suku bunganya.

"Mulai adanya pelemahan pada rupiah secara tren belum mengubah arah untuk kembali melanjutkan pelemahannya," kata Reza, seperti dikutip dari riset hariannya, Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018.

Ia menilai masih adanya sejumlah sentimen positif dari dalam negeri diharapkan dapat menahan pelemahan rupiah sehingga dapat kembali menemukan momentum kenaikannya.  "Diharapkan kenaikan masih terjadi meski juga perlu diwaspadai adanya potensi pelemahan kembali," ungkap Reza.

Pada perdagangan Selasa, 4 Desember 2018 pergerakan rupiah kembali berbalik melemah meski pergerakan USD juga masih dalam pelemahannya. Saat itu rupiah berada di level Rp14.291 per USD (sumber: Bloomberg) dan Rp Rp14.288 per USD (Yahoo Finance).

Kondisi itu terjadi karena sikap pelaku pasar yang kembali meragukan kesepakatan penangguhan pengenaan tarif impor diantara Amerika Serikat dan Tiongkok membuat mata uang Tiongkok (CNY) melemah dan berimbas pada pergerakan sejumlah mata uang Asia lainnya, termasuk rupiah.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id