Rupiah Pagi Tertekan ke Rp14.085/USD
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terpantau tertekan dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.052 per USD. Sejauh ini, sentimen positif belum berdatangan secara signifikan guna memperkuat gerak nilai tukar rupiah.

Mengutip Bloomberg, Rabu, 9 Mei 2018, nilai tukar rupiah perdagangan pagi dibuka melemah ke Rp14.085 per USD. Sedangkan day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.085 per USD dengan year to date return di minus 3,67 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.862 per USD.

Sementara itu, saham-saham di Wall Street bervariasi tipis pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kondisi itu terjadi karena para pelaku pasar mencerna keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tentang kesepakatan nuklir Iran.

Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 2,89 poin atau 0,01 persen, menjadi berakhir di 24.360,21 poin. Indeks S&P 500 turun 0,71 poin atau 0,03 persen, menjadi ditutup di 2.671,92 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir bertambah 1,69 poin atau 0,02 persen, menjadi 7.266,90 poin.



Trump mengatakan pada Selasa 8 April bahwa Amerika Serikat akan menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran, perjanjian penting yang ditandatangani pada 2015. Dalam pidato yang disiarkan televisi, Trump mengumumkan keputusan tersebut, menambahkan bahwa dirinya tidak akan menandatangani surat pelepasan sanksi-sanksi atas Iran terkait nuklir.

Trump mengulang sikap tegasnya soal kesepakatan tersebut yang dianggapnya gagal mencegah Iran mengembangkan senjara nuklir atau mendukung terorisme di kawasan. Gedung Putih bersikeras untuk mengambil keputusan itu, kendati Trump mengakui dalam pidatonya bahwa Iran telah mematuhi kesepakatan.

Beberapa analis mengatakan keputusan Trump dapat mengirim harga minyak lebih tinggi, yang akan berdampak pada pendapatan perusahaan. Hal ini sejalan dengan upaya negara-negara anggota OPEC dan bukan anggota untuk terus mengangkat harga minyak dunia di level yang tinggi.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id