Rupiah Diprediksi Masih Alami Keterpurukan
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta: Masih dominannya penguatan dolar Amerika Serikat (USD) membuat nilai tukar rupiah kembali kehilangan momentum untuk terapresiasi. Alhasil, pergerakan nilai tukar rupiah masih akan melemah sepanjang hari ini.

"Nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran support Rp14.157 per USD, sedangkan posisi resisten akan berada di Rp14.139 per USD," ujar Analis Senior Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin, 21 Mei 2018.

Maka dari itu, lanjutnya, investor diimbau tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah terutama dari masih menguatnya USD terhadap pergerakan sejumlah mata uang lainnya, seiring kembali meningkatnya imbal hasil obligasi AS.

"Setelah dinaikkannya suku bunga acuan Bank Indonesia (‎BI 7-Day Reverse Repo Rate) menjadi 4,5 persen, t‎idak banyak berimbas pada rupiah di sepanjang akhir pekan lalu," tukasnya.

Bahkan, Reza mengaku, pernyataan positif dari Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait hasil dan kinerja sampai Mei menunjukkan APBN yang baik dari sisi pendapatan, perpajakan dan PNBP yang meningkat sangat signifikan, dan belanja negara yang tetap terjaga, tidak mampu mengangkat mata uang Garuda.

Kemudian, masih kata Reza, defisit yang terus dapat terjaga sesuai undang-undang APBN pun kurang mampu menahan pelemahan rupiah. "Tidak hanya itu, optimisme dalam pertumbuhan ekonomi yang disampaikan Sri Mulyani terkait target angka pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 5,4-5,8 persen dalam RAPBN 2019 juga belum dapat mengangkat rupiah," tutup Reza.

 



(ABD)