Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
Ilustrasi. (FOTO: dok MI)

Analis: Saham Bank Mandiri Masih Prospektif

Ekonomi bank mandiri
Husen Miftahudin • 15 Agustus 2019 18:24
Jakarta: PT Bank Mandiri (Persero) membantah isu terkait serangan siber dan akan mengalami kebangkrutan. Pesan gelap di media sosial dan aplikasi percakapan Whatsapp yang menginformasikan Bank Mandiri mengalami kerugian, akan segera bangkrut, dan bakal diambil alih oleh Tiongkok dipastikan hoaks.
 
Menurut Head of Research Narada Kapital Indonesia Kiswoyo Adi Joe, isu tersebut tak membuat pelaku pasar hengkang terhadap saham Bank Mandiri. Gerak cepat manajemen dan direksi bank pelat merah dalam membantah isu hoaks tersebut membuat pelaku pasar semakin percaya.
 
"Itu hoaks semata, tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Apalagi saham Bank Mandiri kinerjanya di atas pertumbuhan industri perbankan. Jadi pelaku pasar tak memusingkan hal itu," ungkap Kiswoyo dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kiswoyo memandang kinerja perbankan juga masih mempunyai pertumbuhan yang baik. Hal itu seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang terus menerus mengalami peningkatan.
 
"Dengan pertumbuhan yang bagus, terlihat dari net profit dan pendapatan yang bagus dan sehat. Kinerja perbankan bagus, ini berdampak baik bagi pelaku pasar yang memegang saham perbankan, khususnya Bank Mandiri," jelas dia.
 
Kiswoyo memberikan rekomendasi bagi pelaku pasar untuk membeli saham Bank Mandiri lantaran kinerjanya yang cukup moncer. Pasalnya, harga saham Bank Mandiri bisa mencapai posisi Rp8.200 per saham, dari posisi yang ada saat ini sebesar Rp7.350 per saham.
 
"Maka dari itu, ini sangat menarik bagi pelaku pasar untuk memburu saham Bank Mandiri. Bank Mandiri itu bisa mencapai Rp8.200 per saham, karena harga wajarnya di posisi itu. Lalu ada lagi BNI di harga Rp11 ribu per saham, BRI di harga Rp4.600 per saham, dan BCA Rp32 ribu per saham," jelas dia.
 
Sebelumnya, Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas menyatakan permasalahan yang terjadi pada sistem information technology perseroan beberapa waktu lalu sudah diatasi secara menyeluruh. Bahkan, Bank Mandiri telah meningkatkan sistemnya agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.
 
"Sebagai Bank BUMN terbesar di Indonesia, kami memiliki rencana bisnis jangka panjang dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kami optimistis, stakeholder maupun shareholder memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap Bank Mandiri, sebagai bank yang cocok sebagai tempat berinvestasi, dan kami akan menjaga kepercayaan tersebut," tutup Rohan.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif