Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)
Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)

IHSG Anjlok, Rupiah Bergerak Dua Arah di Akhir Pekan

Ekonomi ihsg rupiah kurs rupiah bei
Desi Angriani • 17 Mei 2019 18:09
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada penutupan perdagangan di akhir pekan. Sebaliknya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak dua arah.
 
IHSG tercatat turun 68,87 poin atau 1,16 persen ke 5.826 pada Jumat sore, 17 Mei 2019. Volume perdagangan mencapai Rp6,99 triliun dari 16,87 miliar lembar saham yang diperdagangkan. Sementara 160 saham menguat, 247 saham melemah, dan 112 saham stagnan.
 
Mengutip Bloomberg pada Jumat sore 17 Mei 2019, rupiah pada perdagangan spot exchange bergerak dua arah.Rupiah masih tertahan di level Rp14.000-an atau menguat tipis 1,5 poin atau 0,01 persen ke level Rp14.450 per USD. Adapun mata Uang Garuda ini bergerak di kisaran Rp14.460-Rp14.451 per USD.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara Yahoo Finance menunjukkan nilai tukar rupiah melemah tipis 5 poin atau 0,03 persen ke Rp14.450 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.440-Rp14.470 per USD.
 
Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.469 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.458 per dolar AS.
 
Kepala Kajian Makro LPEM UI Febrio Kacaribu sebelumnya meneybut anjlokny nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepekan terakhir akibat memburuknya ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok.
 
Febrio menambahkan di tengah persepsi pasar terkait dengan peringkat obligasi pemerintah Indonesia yang masih bernilai BBB-, fenomena “flight-to-safety” kembali terjadi. Investor global menghindari aset berisiko, termasuk Rupiah, yang mendorong mereka untuk memindahkan kembali asetnya ke investasi yang lebih aman. Hal ini memicu lebih banyak aliran keluar untuk investasi portofolio.
 
Terbukti imbal hasil surat utang pemerintah sempat mengalami penurunan, dengan imbal hasil rata-rata tenor 10-tahun dan 1-tahun pada April masing-masing mencapai sebesar 7,79 persen dan 6,4 persen. Net portofolio keluar sebesar USD1 miliar dalam empat minggu terakhir mendorong peningkatan imbal hasil tenor 10-tahun dan 1-tahun menjadi masing-masing sebesar 8,22 persen dan 6,66 persen.
 
"Bank Indonesia telah melakukan intervensi pasar valuta asing sejak April lalu. Bank Indonesia perlu menyampaikan sinyal kepada pasar mengenai ekspektasi tingkat depresiasi Rupiah dalam jangka pendek dan menengah," ungkapnya kepada Medcom.id di Jakarta, Kamis 16 Mei 2019.
 

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif