Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti)
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti)

IHSG Diprediksi Masih Lesu

Ekonomi ihsg
Annisa ayu artanti • 22 Maret 2019 08:16
Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi melemah atau lesu meskipun telah ditutup menguat 0,29 persen pada perdagangan kemarin ke level 6.501,78. Walau demikian, diharapkan terdapat katalis positif yang membuat IHSG kembali menguat dan berakhir di zona hijau.
 
Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan secara teknikal pergerakan indeks masih menguji level rata-rata harga saham selama 50 hari atau (Moving Average 50). Tren pergerakan indeks juga belum mampu menguat di atas 6.500.
 
"Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung melemah dengan support-resisten 6.450-6.520," kata Lanajr, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 22 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lanjar menjelaskan penguatan perdagangan kemarin terbantu oleh kinerja saham industri semen. Saham PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) menguat 6,79 persen. Lalu saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menguat 5,18 persen,
 
Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper memprediksi laju indeks masih akan melemah hari ini. Pergerakan indeks dinilai masih cukup terbatas dipengaruhi oleh keputusan bank sentral Amerika Serikat (the Fed) dan Bank Indonesia terhadap kebijakan suku bunganya.
 
Hasil pertemuan Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di level 2,5 persen dan memproyeksikan tidak akan ada kenaikan suku bunga di 2019. Sementara Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga di level 6 persen.
 
"IHSG diprediksi melemah," sebut Dennies.
 
Dennies menyebutkan, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan berada di rentang support 6.469-6.285 dan resistance 6.516-6.531. "Pergerakan indeks masih akan dipengaruhi oleh sentimen global dan rilisnya kinerja emiten untuk 2018," tukas Dennies.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 216,84 poin atau 0,84 persen menjadi 25.962,51 poin. Indeks S&P 500 meningkat 30,65 poin atau 1,09 persen menjadi 2.854,88 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir naik 109,99 poin atau 1,42 persen menjadi 7.838,96.
 
Saham-saham raksasa teknologi Amerika Serikat, atau yang disebut FAANG Grup yakni Facebook, Apple Inc, Amazon, Netflix, dan induk perusahaan Google, Alphabet, semuanya ditutup lebih tinggi. Saham Biogen anjlok lebih dari 29 persen pada penutupan, setelah raksasa farmasi berencana mengakhiri uji coba obat Alzheimer.
 
Saham Apple Inc melonjak 3,68 persen menjadi USD195,09 per saham pada penutupan setelah seorang analis di Needham meningkatkan perikat sahamnya menjadi beli kuat dari sebelumnya beli menjelang "Acara Spesial Apple" minggu depan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif