Analis Perkirakan Rupiah Menanjak ke Rp15.150/USD
Ilustrasi (AFP PHOTO/ADEK BERRY)
Jakarta: Indeks dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan bergerak melemah ke level 95,3-95,5 terhadap beberapa mata uang kuat utama dunia lainnya. Pelemahan USD tersebut didorong melemahnya data indeks harga jual di level produsen atau Produce Price Index (PPI) di September sebesar 2,6 persen (yoy) dari sebelumnya 2,8 persen (yoy).

Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan turunya data PPI tersebut mendorong penurunan imbal hasil treasury AS 10 tahun sebanyak tujuh bps ke level 3,16 persen. Penurunan imbal hasil treasury AS tersebut dapat mendorong arus masuk ke pasar obligasi Indonesia dan mendorong penguatan rupiah setelah dalam seminggu terkahir mengalami tekanan.

"Rupiah kemungkinan akan menguat ke level Rp15.150 sampai dengan Rp15.200 per USD," ungkap Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average menurun 831,83 poin atau 3,15 persen, menjadi berakhir di 25.598,74 poin. Indeks S&P 500 merosot 94,66 poin atau 3,29 persen, menjadi ditutup di 2.785,68 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir jatuh 315,97 poin atau 4,08 persen, menjadi 7.422,05 poin.

Sektor teknologi mengalami hari terburuk dalam tujuh tahun, mendorong Dow ke hari terburuknya dalam delapan bulan terakhir. Saham Amazon jatuh 6,15 persen, sementara Netflix menukik 8,38 persen. Facebook dan Apple juga masing-masing turun lebih dari empat persen

Sedangkan sektor teknologi termasuk perusahaan-perusahaan terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar di Amerika Serikat dan mereka yang telah menjadi penyumbang terbesar terhadap perpanjangan pasar bullish. Ketakutan meningkatnya imbal hasil obligasi juga memberikan tekanan terhadap pasar saham.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id